Rabu, 25 Mei 2016

Sehari di Kota Berastagi

Danau Toba, salah satu ikon pariwisata Sumatera Utara

Provinsi Sumatera Utara sudah sangat terkenal kaya akan obyek wisata alam yang unik. Wisata alam di provinsi ini yang menjadi andalan contohnya adalah Danau Toba dengan Pulau Samosirnya, Pulau Nias dengan alam dan budayanya yang masih terjaga, hingga Gunung Sibayak dan pegunungan Leuser yang menantang untuk dijelajahi.


Jumat, 20 Mei 2016

Berkunjung ke Museum Kebangkitan Nasional

Museum Kebangkitan Nasional

Jumat, 20 Mei 2016

Jam makan siang tiba, kami bergegas menuju jalan raya untuk selanjutnya pergi ke kawasan Plaza Atrium Senen dengan menggunakan Mikrolet M 01. Diantara kami berdelapan, hanya aku yang mengetahui kemana siang ini kami akan pergi. Tidak banyak waktu yang kami miliki, karena memang kami pergi di hari kerja dan hanya saat makan sianglah kami bisa sejenak pergi meninggalkan pekerjaan.


Selasa, 17 Mei 2016

Kisah Jumpa Kawan di ZEN Rooms Teuku Angkasa

ZEN Rooms...Sleep Well, Pay Less

Aku terkejut saat melihat sosok Nugie sedang duduk di sofa lobi hotel, sudah lama aku tidak berjumpa dan mendengar kabar darinya. Senang sekali bisa kembali bertemu dan berbincang dengan blogger yang rendah hati ini. Aku lupa kapan tepatnya terakhir kali kami berjumpa, namun aku ingat kala itu aku bersama Nugie dan beberapa teman travel blogger lainnya minum kopi bersama di Pasar Santa, Jakarta, sehabis kami menghadiri suatu acara. Dalam perbincangan saat itu, Nugie berkata kepadaku bahwa yang dinamakan minuman kopi asli adalah minuman yang dibuat langsung dari gilingan biji kopinya, bukan kopi berbentuk sachet yang dijual murah dan banyak kita jumpai di warung-warung. "Kopi asli ya yang seperti ini. Kalau kopi sachet yang dijual di warung itu bukan kopi, itu minuman rasa kopi" ujar Nugie kepadaku merujuk segelas kopi Gayo yang sedang dia nikmati. 

Rabu, 04 Mei 2016

Ereveld Menteng Pulo, Kuburan Belanda di Tengah Kota Jakarta

Ereveld Menteng Pulo, Jakarta

Gerbang depan Ereveld Menteng Pulo memberikan kesan pertama yang baik bagi para pengujung. Bersih dan indah. Selain itu, ada nuansa Eropa pada gaya bangunan gerbang tersebut. Pertama kali masuk, aku sudah terkagum-kagum pada kebersihan Ereveld Menteng Pulo yang sangat terjaga, ini menunjukkan keseriusan pengelola dalam mengelola tempat tersebut. Siapa sangka, dilahan yang terhimpit oleh bangunan-bangunan raksasa ini, terbaring lebih dari 4.000 jasad korban perang yang menjadi saksi bisu keganasan masa lalu.

Minggu, 03 April 2016

Pulau Sangiang, Pulau Penawar Rindu

Akhirnya aku melaut kembali :)


Aku tidak tahu apa arti rindu, namun aku tahu rasanya sungguh pilu.

Banyak hal yang dapat membuat kita merindu, seperti syahdunya senja di Karimunjawa atau senyum ramah seorang nenek penjual nasi Lengko di Kota Tegal. Kerinduan juga bisa timbul pada jeritan kereta malam yang memecah kesunyian, atau bahkan pada rintik hujan saat kita berboncengan dengan sang mantan untuk mengantarnya pulang sekolah. Bagiku kerinduan itu ibarat penyakit, oleh karenanya kerinduan harus diobati.


Jumat, 25 Maret 2016

Saat Linto dan Dara Baro Berjumpa

Saat Linto dan Dara Baro berjumpa

Kesibukan sudah terlihat selepas subuh tadi, beberapa ibu hilir mudik di dapur menjalankan perannya masing-masing. Memasak dan membuat kudapan tentu saja menjadi kegiatan utama, berusaha untuk menyajikan hidangan terbaik bagi tamu-tamu yang akan hadir nanti. Ada pula ibu yang membersihkan lantai rumah lalu mengelar karpet dan tikar, membuka beberapa jendela serta pintu yang membuat hawa segar seketika memenuhi ruangan.

Sabtu, 12 Maret 2016

6 Tahun yang Lalu


Hari ini, 6 tahun yang lalu...

Kapal Motor Penyeberangan Muria yang aku tumpangi mulai melaju berlayar arungi Laut Jawa, perlahan-lahan Pelabuhan Baru yang menjadi gerbang utama memasuki kawasan Karimunjawa terlihat mengecil menjauh. Rasanya baru kemarin aku tiba, menjejakkan kaki untuk pertama kali di kawasan yang memiliki keindahan bawah laut yang sangat luar biasa. Rasanya baru kemarin aku dan beberapa teman yang baru aku kenal dalam perjalanan ini mendaki sebuah bukit di belakang penginapan kami untuk melihat panorama Pelabuhan Baru dari ketinggian. Namun hari ini kami harus pulang, kembali naik ke atas kapal dan berlayar menuju Pelabuhan Kartini di Jepara selama enam jam lamanya. Saat tiba di Jepara nanti, perjalanan masih harus kami lanjutkan menuju Jakarta dengan menggunakan bus. Aku lelah, namun senang tak dapat ku bantah.
Ada kesalahan di dalam gadget ini