Menggenggam Pasir Merica di Pantai Kuta


Hallo semua, maaf sekali nih kelamaan tidak meneruskan cerita tentang lombok, sibuk, buk, buk, buk.....hehehehe. Oke, sekarang ijinkan aku untuk melanjutkan cerita perjalananku di hari ke-3 di Lombok, selamat membaca, semoga bermanfaat.

Alarm handphone-ku berdering menandakan hari-hariku di Gili Trawangan akan segera berakhir, bergegas aku mandi dan re-packing, lalu pamit kepada mas penjaga penginapan. Dalam perjalanan menuju dermaga aku melihat Ragil (baca : Lombok Yang Hampir Terlupakan) sedang makan di sebuah rumah makan sederhana di dekat pasar sayur, mungkin rumah makan itu yang Ragil maksud dengan rumah makan lokal dengan harga terjangkau. Ya, kemarin saat aku mengeluhkan harga makanan yang cukup mahal di Gili Trawangan (untuk ukuranku), Ragil memberitahukan aku tentang sebuah rumah makan di dekat pasar sayur yang harga makanan-makanannya cukup murah, lalu singgahlah aku disana untuk sarapan.

Satu Hari Lagi di Gili Trawangan



Selamat pagi Gili Trawangan....

Pagi yang hangat setelah malam yang nyenyak, dengan sepeda yang aku sewa kemarin ku pergi ke pantai, sepi sekali suasana pagi di trawangan, sungguh berbanding terbalik dengan suasana siang dan malam. Setelah menaruh sepeda di tempat yang cukup aman, tanpa alas kaki aku berjalan ke arah pantai, bernafas dengan tenang dan memandang lepas ke arah seberang di mana pulau lombok tampak hijau dengan latar belakang gunung rinjani yang anggun. Terduduk aku di hamparan pasir trawangan yang membisiki banyak cerita, cerita tentang polah tingkah anak manusia dengan berbagai keceriaan dan kesedihan.