Tuhan, Kota, dan Kenangan

“Mas Adi, mas Babul meninggal” demikian pesan singkat dari Iwan melalui fasilitas BlackBerry Messenger

*blank*

Gak tau mau balas apa, karena aku yakin kalo Iwan sedang bercanda, gak mungkin berlebihan seperti itu. Setelah beberapa lama terdiam akhirnya untuk lebih meyakinkan diri aku tetap membalas dengan menanyakan apakah pesan tersebut beneran atau hanya candaan yang kebablasan.




Arif Hartanto, sahabat kami yang akrab dipanggil Babul meninggal dunia pada Hari Kamis, 22 Agustus 2013 di Rumah Sakit Pertamina, dia pergi untuk melakukan perjalanan terakhirnya menghadap sang khalik setelah sebelumnya sempat sakit dan dirawat beberapa hari di rumah sakit tersebut.

Bukan sekedar sahabat, buatku Babul adalah sosok kakak yang baik, dia adalah sosok yang selalu menyenangkan dan menenangkan. Bagaikan kamus dalam dunia travelling dan kuliner domestik, babul selalu tahu akan tempat-tempat menarik dan kuliner yang bisa dinikmati di tempat-tempat tersebut. Melalui komunitas TRIP MANIA yang dipeloporinya, telah banyak orang-orang yang bisa dan dimudahkan dalam mengenal dunia travelling domestik.

Babul bagai GADJAH MADA dengan sumpah palapanya, hingga akhir hayatnya dia menepati janji untuk tidak dulu travelling ke luar negeri sebelum INDONESIA berhasil dia kunjungi dari ujung ke ujung. Selain trip Krakatau di mana kami pertama kali bertemu, rafting di Pangalengan, Road Trip di Sumatera Utara hingga trip terakhir yaitu snorkeling di Tanjung Bira, Sulawesi Selatan adalah sedikit jejak perjalanan kami.

Selamat jalan, abang. Perjalananku kali ini bertemankan semangat dan segala kenangan bersamamu.
 






-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

Aku tiba di kosan sekitar pukul 1 dini hari sepulang melayat dari rumah mas Babul di Cileduk, dan pesawatku menuju Singapore akan berangkat pukul  07.00 dari bandara Soekarno-Hatta, dengan kondisi belum web check-in minimal aku harus ada di bandara sekitar 2 jam sebelum penerbangan, itu artinya sekitar pukul 3.00 aku sudah harus bersiap kembali, bukannya tidur, selisih 2 jam yang aku miliki saat itu malah aku gunakan untuk packing, alhasil, selama perjalanan menuju bandara aku sempatkan untuk tidur.

Selesai urusan check-in aku langsung menuju gate tempat menunggu, segelas coklat hangat yang ku beli dari mesin penjual kopi menemaniku melewatkan pagi dingin di terminal 3 Soekarno-Hatta, kejadian lucu terjadi saat kami para penumpang diantar shuttle bus dari terminal menuju pesawat, sopir bus yang kami tumpangi sepertinya orang baru sehingga belum hafal pesawat yang kami tumpangi parkir dimana, jadilah pagi itu kami sempat berputar-putar di terminal 3 hingga akhirnya dia menemukan pesawat TigerMandala tujuan Singapore, hadeeehhh…..

Setelah terbang kurang lebih satu setengah jam, Alhamdulillah kami mendarat di Changi dengan selamat, akhirnya bisa juga aku menjejakkan kaki di bandara yang sangat mewah ini, ternyata memang benar yang orang bilang, bandara ini sudah bagai sebuah mall, luas dan memiliki banyak fasilitas yang memanjakan pengunjung.

Aku mendarat di Terminal 2 bandara Changi, aku langsung menuju stasiun MRT dan mengisi ulang kartu EZ-Link yang aku pinjam dari seorang teman, isi ulang kartu EZ-Link minimal sebesar SGD 10, itu cukup untuk 3 – 4 kali naik MRT dengan rute yang cukup jauh. Oiya, jangan lupa untuk mengambil peta Singapore yang terdapat di rak brosur sebelum pintu imigrasi, petanya gratis kok, dan itu akan sangat membantu kita saat jalan-jalan di Singapore. Jangan lupa juga untuk mencari atau download rute MRT, ini akan sangat sangat sangat berguna.


Suasana Bandara changi, Singapore

Salah satu fasilitas bermain yang ada di Bandara Changi, Singapore

Taman Indoor yang ada di salah satu sudut Bandara Changi, Singapore

Taman Indoor yang ada di salah satu sudut Bandara Changi, Singapore

Gerbang Imigrasi Terminal 2 Bandara Changi, Singapore

Ruang tunggu stasiun MRT di Bandara Changi, Singapore


Tujuan pertamaku adalah Masjid Sultan, hari itu adalah hari jumat, selain berwisata, menarik dan wajib sepertinya untuk menambah pengalaman dengan melakukan ibadah solat jumat di negeri orang, dari Changi aku turun di stasiun Tanah Merah untuk transit, lalu naik MRT yang menuju Joo Koon (jalur Hijau/ East West line) dan turun di stasiun Bugis. Jangan khawatir tersesat di Singapore, petunjuk arahnya begitu jelas dan mudah dimengerti, selain itu banyak petunjuk yang menggunakan bahasa melayu.

Stasiun Bugis ini adalah salah satu stasiun yang terletak di bawah tanah, dari stasiun Bugis keluarlah lewat pintu B, begitu keluar kita akan berjumpa dengan Raffles Hospital, aku menyusuri jalan Victoria Street hingga akhirnya menemukan jalan Arab Street, jika sudah di jalan Arab Street, berarti kita sudah dekat dengan Masjid Sultan. 

Wah, masjidnya nyaman kawan, arsitekturnya bagus, dan dibagian belakang disediakan kursi plastik buat jemaah yang sudah tua dan sulit untuk duduk bersila. Khutbah yang disampaikan dalam bahasa melayu, aku sangat antusias dalam melaksanakan ibadah solat jumat di masjid ini.

Selesai solat jumat, aku segera berkeliling di sekitar komplek masjid, jangan lupa mengisi air minum gratis dari keran air minum yang ada di masjid. Tempat pertama dan terdekat dari masjid sultan yang aku kunjungi adalah Malay Heritage Centre, dan karena trip aku kali ini lebih banyak dihabiskan dengan berjalan kaki, maka biarkanlah foto-foto yang bercerita =)



Sultan Mosque, Singapore

Lingkungan disekitar Mesjid Sultan

Sebuah museum yang ada disekitar Mesjid Sultan

Sultan Mosque

Fasilitas bangku plastik untuk jemaah yang tidak kuat berdiri

Interior Sultan Mosque

Interior Sultan Mosque

Sultan Mosque

Sultan Mosque

Singapore

Masakan Minang di negeri orang :)

Malay Heritage Centre

Singapore

Singapore

Singapore

Pemadam Kebakaran Singapura

Singapore

Singapore

Singapore

Singapore

Singapore

Singapore

Singapore

Menjelang senja aku bergegas untuk menuju stasiun MRT, tujuan akhirku hari itu adalah Chinese Garden yang terletak cukup jauh dari pusat kota. Untuk menuju ke Chinese Garden kita masih menggunakan MRT jalur hijau, turun tepat di stasiun Chinese Garden dan kita sudah langsung berada dalam komplek Chinese Garden.



Chinese Garden, Singapore

Chinese Garden, Singapore

Chinese Garden, Singapore

Chinese Garden, Singapore

Chinese Garden, Singapore

Chinese Garden, Singapore

Chinese Garden, Singapore


Hari yang melelahkan namun cukup menyenangkan, dengan lelah aku naik MRT untuk menuju stasiun Kallang, tidak jauh dari stasiun kallang ada sebuah penginapan bernama City Backpackers Kallang, disitulah aku akan menginap selama aku di Singapore.

Dalam sebuah kamar dorm yang berisi 4 buah tempat tidur tingkat, aku berkenalan dengan Kim seorang mahasiswa asal Korea Selatan yang sedang mengambil kuliah pendek ilmu bisnis di Singapore, selain itu ada seorang bapak tua yang tampaknya sudah menetap cukup lama di kamar itu, kami memanggilnya uncle, belakangan aku tau dia adalah seorang warga Singapore yang sedang bermasalah dengan tempat tinggalnya (semacam kena gusur) dan dia tinggal di penginapan tersebut sampai segala urusannya selesai.

Aku bersyukur pada-Mu, Tuhan. Atas segala nikmat dan kesempatan ini, menjalankan perintah-Mu di sebuah negara kota, melihat saudaraku sesama muslim menjalankan keimanan yang sama dengan kultur yang berbeda. Dan atas rahmatmu aku mengenal Babul, sahabatku. Dalam kehilanganku aku memohon pada-Mu, ampuni segala dosanya, berilah dia tempat terbaik disisi-Mu. Dan ijinkan aku untuk selalu mengenangnya dalam setiap perjalananku. Amin.


Selamat malam.....


-Singapore, 23 Agustus 2013-

Komentar

  1. Baca artikel ini jadi rindu Singapura. Sayang trip saya kesana penuh dengan huru-hara yang nyaris bikin nangis karena saking dramatis. Halah!
    Mesjid Sultan memang keren, saya takjub melihat tertibnya para jamaah disana. Ah, pokoknya artikel ini sukses membuat saya galau kembali ke sana dan mengingatkan saya akan seorang sahabat yang (nyaris) meninggal.

    Mari silakan bertamu ke blog saya, ada teh panas sama donat. Haha :)
    Salam,

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, terima kasih sudah mampir dan membaca tulisan diatas. Suatu hari saya akan melakukan kunjungan balasan dan menagih teh panas serta donat yang dijanjikan hehehehhe

      Hapus

Posting Komentar