Geleng-Geleng di Geylang



Aku terbangun disaat yang lain masih terlelap, dengan hati-hati aku turun dari tempat tidur dan secara perlahan melangkah ke kamar mandi, menjaga keheningan dalam sebuah kamar dorm sangatlah diperlukan, jangan sampai segala aktivitas kita di kamar mengganggu tamu lainnya. 



Rasanya telah banyak perubahan dari gaya travellingku, aku yang dulu begitu detil dan disiplin dalam memanfaatkan setiap menit dari waktu travellingku, kini sudah mulai lebih santai. Tidak ada lagi keinginan menggebu untuk mengejar sunrise, tidak ada lagi aturan harus bangun paling pagi, dan tidak ada lagi rentetan nama lokasi menarik yang harus dikunjungi dalam itinerary-ku. Aku kini lebih berdamai dengan waktu, menyesatkan diri dalam setiap langkah, dan menikmati setiap peristiwa yang terjadi.

Seperti pagi itu, aku tertidur kembali setelah sebelumnya sempat terbangun, lalu kembali bangun ketika hari sudah cukup siang. Rupanya ada kawan baru yang masuk kamar kami semalam, namanya Dora, seorang wanita berkebangsaan Cina yang sedang travelling ke beberapa negara di Asia Tenggara, sayangnya dia tidak memasukkan Indonesia dalam daftarnya =(

Bersama Dora dan Kim (Siapa Kim?? Baca : Tuhan, Kota, dan Kenangan) aku pergi sarapan, penginapan kami memang menyediakan sarapan, tapi hanya minuman kopi atau teh dan roti tawar dengan 2 pilihan selai, kacang atau strawberry. Letak ruang makannya pun tidak didalam penginapan, melainkan menumpang pada penginapan sebelah (mungkin pemiliknya sama). Selain itu, jika kita sarapan terlalu siang, bisa tidak kebagian tempat duduk disana hehehehe..... di penginapan ini juga tidak ada fasilitas wifi dalam kamar, wifi hanya tersedia di lokasi makan, dan pagi itu aku benar-benar memanfaatkan fasilitas tersebut untuk tetap terhubung dengan pekerjaan dan teman-teman melalui media sosial.

Sekitar pukul 11 aku berangkat untuk kembali jalan-jalan di Singapore, hari itu aku ingin mengunjungi beberapa museum yang menjadi kebanggaan Singapore. Aku suka pergi ke museum, karena bagiku mengunjungi museum adalah salah satu cara kita bisa melihat sebuah bangsa/ organisasi memperlakukan masa lalunya, dari museum juga kita bisa banyak belajar mengapa sebuah bangsa/ organisasi bisa lebih maju di banding bangsa/ organisasi lainnya. Dan menurut saya, museum adalah salah satu objek yang bisa sangat menjual dan diminati wisatawan terhadap daerah tersebut. Dalam hal ini Singapore pun melakukannya, selain itu ada Penang dan Melaka di Malaysia, juga (mungkin) kota-kota cantik lainnya di Eropa. Bagaimana dengan Jakarta? Beberapa bulan yang lalu aku ikut serta dalam sebuah acara yang bertajuk Museum Day di Jakarta, dan dari acara itu aku baru tau kalau Jakarta memiliki lebih dari 50 museum dengan berbagai keunikannya. Sungguh ini aset yang sangat besar, jika serius dikembangkan, bukan tidak mungkin dapat menjadi salah satu andalan wisata Jakarta.

Museum pertama yang aku datangi adalah Peranakan Museum, di museum ini banyak diceritakan tentang perkembangan kaum peranakan (warga keturunan tionghoa) di Singapore mulai dari jaman dulu hingga saat ini. Koleksi museum antara lain berupa pakaian, keramik, peralatan rumah tangga, hingga peralatan upacara kematian atau pernikahan.



Penginapanku bisa terlihat jelas dari Stasiun Kallang

Peta petunjuk seperti ini banyak terdapat di stasiun MRT, sangat membantu untuk memutuskan lewat pintu mana kita keluar

Peranakan Museum, Singapore

Museum Peranakan, Singapore

Koleksi Museum Peranakan, Singapore

Tarif masuk museum peranakan dan jam operasional

Fasilitas di Museum Peranakan, Singapore

Museum Peranakan, Singapore

Museum Peranakan, Singapore

Koleksi Museum Peranakan, Singapore

Ruang Audio Visual Museum Peranakan, Singapore

Museum Peranakan, Singapore. Kedua lukisan itu bisa bergerak loh

Koleksi Museum Peranakan, Singapore

Koleksi Museum Peranakan, Singapore

Salah satu fasilitas Museum Peranakan, Singapore.

Koleksi Museum Peranakan, Singapore

Museum Peranakan, Singapore


Museum selanjutnya yang aku tuju adalah Museum Nasional Singapore dan Singapore Art Museum, pada saat jalan-jalan itulah aku melihat ada sebuah poster tentang acara Singapore Night Festival yang akan diselenggarakan malam itu juga, dan di acara itu tiket masuk museum nasional dan Art Museum di GRATIS-kan, yeyeyeyeye.....


Akhirnya aku putuskan untuk memanfaatkan kesempatan gratisan itu, dan untuk menunggu malam, aku jalan-jalan mengunjungi objek lainnya di Singapore.


Taman didepan Singapore Art Museum

Peta referensi tur seperti ini juga banyak di jalan-jalan Singapore, mudah bukan.

Paket menarik buat yang mau mengunjungi 8 museum di Singapore, ini murah sekali

Singapore

Singapore

Singapore

Singapore

Singapore pun tidak lepas dari aksi vandalisme :)

Tiket masuk ke museum koin di Chinatown

Museum Koin di Chinatown



Toko TINTIN di Chinatown

Singapore

Gerbang Benteng tua di Fort Canning, Singapore

Gerbang Benteng tua di Fort Canning, Singapore

Fort Canning, Singapore

Fort Canning, Singapore

Setelah lelah dan hari sudah senja, aku pergi ke landmark-nya Singapore, ya.... Merlion yeeeee...


Singapore

Singapore

Singapore
Singapore
Singapore

Singapore

Singapore
Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Dalam rangka Singapore Night Festival, ada bazzar makanan juga, salah satunya jualan bir =)

Interior Museum

'Night at the Museum'

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Koleksi Museum Singapore

Acara Pameran yang diadakan di museum

Acara Pameran yang diadakan di museum

Acara Pameran yang diadakan di museum

Acara Pameran yang diadakan di museum

Acara Pameran yang diadakan di museum

Acara Pameran yang diadakan di museum

Acara Pameran yang diadakan di museum

Acara Pameran yang diadakan di museum

Acara Pameran yang diadakan di museum

Acara Pameran yang diadakan di museum

Acara Pameran yang diadakan di museum
Panggung Hiburan



Setelah puas keliling-keliling museum, aku melanjutkan kegiatan malam itu dengan berbaur bersama warga lainnya menikmati musik gratis dari panggung hiburan yang disediakan. Begitu lagu terakhir selesai dimainkan, aku baru sadar kalau jam sudah menunjukkan pukul 12 malam. Maka aku bergegas lari menuju stasiun MRT untuk mengejar kereta terakhir yang menuju Kallang. Namun malang, begitu sampai di stasiun, jangankan kereta, manusia pun tak ada yang tampak. Sepi dan hening stasiun MRT saat itu. Sial, aku sudah ketinggalan kereta terakhir. 

Dengan perasaan was-was aku bergegas menuju loket penjualan tiket MRT untuk bertanya alternatif transportasi menuju stasiun kallang, aku was-was bukan karena takut tidak bisa pulang, melainkan was-was karena takut jika ternyata satu-satunya transportasi menuju Kallang adalah taksi, entah berapa dollar yang harus aku bayarkan. Alhamdulillah, berdasarkan informasi dari petugas loket tersebut, masih ada tiga bis yang dapat aku naiki untuk menuju Kallang, maka aku bergegas menuju terminal bis, dan akhirnya aku bisa dengan selamat tiba di penginapan.

Setiba di penginapan, rupanya para penghuni kamarku belum pada tidur, dan kami mendapatkan teman baru malam itu, seorang bapak-bapak India berkewarganegaraan Malaysia yang datang ke Singapore untuk urusan bisnis. Entah bagaimana awalnya, timbul ide ku untuk berkeliling Geylang malam itu, dan ketika aku katakan ide ini kepada Kim, dia setuju untuk menemaniku berkeliling Geylang. Bagi yang belum tau, Geylang ini adalah wilayah Red District di Singapore, Geylang juga merupakan pusat hiburan malam bagi kalangan menegah ke bawah di Singapore, itu sebabnya, Geylang sepertinya seru untuk dikunjungi hehehehe....

Mengetahui kami akan berkeliling Geylang malam itu, Dora juga ingin ikut, maka berangkatlah kami bertiga berkeliling di Geylang. Dan sepanjang jalan menyusuri lorong-lorong (gang) yang ada di Geylang, kami bertiga hanya geleng-geleng menolak ajakan atau godaan halus dari para penggoda yang seksi-seksi =)


-Singapore, 24 Agustus 2013-

Komentar