Jalan-jalan dan Belajar di Semarang

Gereja Blenduk, Salah Satu Objek Wisata Populer di Semarang

Rodanya berhenti berputar sesuai waktu yang telah ditentukan, satu persatu penumpang turun dari gerbong dengan mimik wajah yang beragam. Muka lelah dan mengantuk mendominasi. Petugas lalu membawanya menuju depo Stasiun Tawang untuk diistirahatkan, tunai sudah tugasnya dini hari itu.



Perjalanan Jakarta-Semarang yang baru saja Aku lalui bersama Kereta Api Menoreh seakan menjadi penyembuh buatku. Penyembuh untuk rasa rindu pada perjalanan dengan kereta malam dan penyembuh akan rasa penasaran pada Kota yang sejak dahulu ingin Aku kunjungi, Semarang.

Ini adalah kali kelima Aku merencanakan perjalanan ke Semarang, namun ini kali pertama Aku berhasil mewujudkannya. Empat rencana lainnya hangus bersama hangusnya tiket pesawat dan kereta yang telah Aku beli.

Aku tidak segera keluar dari peron, Aku berjanji untuk menunggu seorang teman yang akan segera tiba di Stasiun Tawang dengan Kereta Api Gumarang. Suci Rifani berangkat lebih lambat dariku, namun waktu ketibaan kami hampir bersamaan. Maklum, kereta yang Suci naiki memiliki kelas yang lebih tinggi sehingga memiliki daya pacu yang lebih kuat. Tujuan Aku dan juga Suci datang ke Semarang bukan sekedar untuk jalan-jalan, kami berdua akan bergabung bersama puluhan orang lainnya untuk mengikuti sebuah Workshop Travel Blogging #TravelNBlog yang diadakan oleh @TravelNBlogID.

Setelah sukses di Jakarta dan Bandung, gelaran ke-3 Workshop #TravelNBlog digelar di Kota Semarang. Sebelumnya Aku pernah ikut pada workshop pertama di Jakarta dan banyak manfaat yang bisa aku dapatkan, seperti bertambahnya teman, bertambahnya pengetahuan tentang travel blogging, serta bertambahnya motivasi untuk semakin rajin menulis pada blog. Segala manfaat itulah yang membuatku sangat antusias untuk mengikuti workshop #TravelNBlog ke-3 ini. Selain itu, pemilihan Kota Semarang sebagai tempat diadakannya workshop membuat antusiasku semakin berlipat ganda.

Saat Suci tiba kami pun segera keluar Stasiun Tawang dan menemui seorang kawan yang telah menunggu di sebuah gerai donat, Sita namanya. Seorang pejalan yang sering menuliskan cerita perjalanan di blog miliknya sitasentris.wordpress.com. Sita mengajak aku dan Suci untuk menginap di penginapan yang telah dia pesan. Namun sudut-sudut indah arsitektur indische stasiun Tawang telah lebih dahulu menawan hatiku, memintaku untuk lebih lama bercengkerama bersamanya. Maka dengan terpaksa aku menolak ajakan baik Sita dan memilih untuk menyambut pagi di Stasiun yang dibangun pada tahun 1914 tersebut.

Bagi dunia perkeretaapian, kota Semarang adalah kota yang bersejarah. Di kota inilah stasiun dan jalur kereta api pertama kali dibangun oleh Belanda. Saat ini Kota Semarang memiliki dua stasiun besar yaitu Stasiun Tawang dan Stasiun Poncol. Stasiun Tawang sendiri merupakan salah satu stasiun kereta tertua di Indonesia dan dilintasi oleh hampir semua kereta jalur utara pulau Jawa. Aku kagum dengan terjaganya arsitektur asli stasiun Tawang, walaupun dibeberapa sisi terpaksa harus beradaptasi dengan neon sign minimarket dan toko roti. Ada satu yang khas di stasiun Tawang, yaitu alunan nada Gambang Semarang yang terdengar tiap kali ada kereta yang datang. Sejuk kala mendengarnya.

Pukul 5 pagi aku keluar dari halaman stasiun Tawang, informasi yang ada pada google map menunjukkan bahwa jarak antara stasiun Tawang dengan Gedung TIC di Jalan Pemuda tempat workshop akan diadakan tidaklah jauh, dapat ditempuh selama 30 menit dengan berjalan kaki. Maka berbekal informasi itulah aku memilih untuk berjalan kaki menuju Gedung TIC. Ternyata, itu adalah sebuah pilihan yang melelahkan.

Satu jam kemudian aku baru tiba di Gedung TIC, basah kuyup kaos yang aku kenakan akibat keringat dan pundak pun terasa sakit menahan beban ransel yang kubawa. Entah langkah siapa yang menjadi ukuran google map sehingga bisa 30 menit lebih cepat dari langkahku. Derita pagi itu bertambah saat tidak kutemukan satu pun penjual minuman di sekitar gedung TIC, padahal air minum yang kubeli di stasiun sudah habis ditengah perjalanan tadi. Duduk terdiam. Mengatur Nafas. Lalu buka twitter.

@adisn84 : "Ketemu tempat workshop @TravelNBlogID -nya, yeayy... "cuma" sejam ternyata kalo jalan kaki dari st. tawang ke TIC :D" Cuit-ku pagi itu. 


Jarak Stasiun Tawang - Gedung TIC yang menurut
Google Map `hanya` 34 Menit

Workshop Hari Pertama: Ary Mozta Yang Menakutkan


On Time!! Itu kesan pertama yang aku dapat dari workshop kali ini. Sesuai jadwal yang sudah dibagikan, tepat pukul 09.00 WIB kak Mumun Indohoy yang didaulat menjadi pembawa acara membuka workshop #TravelNBlog edisi ke-3. Pembicara pertama adalah Ary Mozta, seorang gadget enthusiast dan web developer yang berbagi cerita tentang cara untuk membuat blog yang #NendangBokong. Materi yang disampaikan Ary sangat menakutkan, ilmu blogging yang dibagikannya sudah tingkat dewa. Saking takutnya sampai aku tidak memiliki catatan apapun dari apa yang dia sampaikan. Aku hanya bisa terdiam menyimak setiap kata yang dia ucapkan tentang berbagai tips dan trik agar blog kita semakin #NendangBokong. Luar biasa blogger satu ini, semoga ada kesempatan lain buatku mendengarkan dia berbicara tentang dunia blogging dan mencuri sedikit ilmu darinya.


Bikin Web Yang #NendangBokong ala Ary Mozta |
Foto milik www.wiranurmansyah.com

Dua Pembicara selanjutnya tidak kalah keren. Aku percaya jika Cak Lontong mengadakan survey, maka 9 dari 10 orang travel blogger Indonesia pasti mengenal Arievrahman dan Wira Nurmansyah. 1 orang dalam survey tersebut yang tidak mengenal mereka berdua adalah karena ternyata orang itu bukan travel blogger.

Pencapaian luar bisa telah diraih baik oleh Arievrahman maupun Wira Nurmansyah, ini bisa dilihat dari banyaknya tawaran kerja sama produk maupun jasa yang datang kepada mereka. Karya yang telah mereka hasilkan pun tidak sembarangan, karya-karya tersebut telah banyak memotivasi travel blogger lainnya sebagaimana aku termotivasi oleh mereka berdua. Arievrahman dan Wira Nurmansyah juga menjadi pembicara pada Workshop #TravelNBlog pertama di Jakarta, namun ternyata tidak ada kebosanan pada diriku untuk belajar dan mendengarkan mereka kembali di workshop kali ini.


Kabarnya yang berbicara itu bukan Ariev Rahman, tapi Remy Cabella =)
 
Giliran mz Wira Nurmansyah yang beraksi =) |
Foto milik www.wiranurmansyah.com

Seperti halnya Arievrahman dan Wira Nurmansyah, pembicara lain pada hari itu yang juga merupakan pembicara pada workshop #TravelNBlog pertama adalah FirstaDYI. Dari sekian banyak materi yang FirstaDYI berikan tentang "Travel Blog Manajemen", satu quote yang paling aku ingat. "Ngeblog itu sama seperti pacaran, sama seperti hidup, semua harus ada tujuannya" Ujar FirstaDYI. Benar apa yang FirstaDYI katakan, ngeblog memang harus serius dan punya tujuan. Jika semua dijalani tanpa tujuan dan tanpa keseriusan, maka blog kita hanya akan biasa-biasa saja. Tanpa arah dan mudah patah saat badai menerpa.


Travel Blog Management by FirstaDYI | Foto milik Arievrahman

Pembicara terakhir adalah Lucia Nancy, Lucy bercerita kapada kami bagaimana cara mengelola media sosial sebagai penunjang blog. Berbagai tips dan trik menarik seputar pengelolaan media sosial dibagikan oleh Lucy. Mulai dari tips memanfaatkan foto agar sebuah tweet menjadi menarik, kekuatan hastag pada Instagram, hingga sinkronisasi nama kita pada berbagai media sosial yang dimiliki sebagai upaya pembentukan personal branding yang kuat.

Presentasi Lucia Nancy menutup workshop hari pertama |
Foto milik Arievrahman

Kegiatan hari itu ditutup dengan kunjungan ke salah satu lokasi wisata yang sangat terkenal di Semarang, yaitu Lawang Sewu. Gedung cantik bergaya art deco yang memiliki banyak sekali pintu ini dulunya berfungsi sebagai kantor sebuah perusahaan kereta api Belanda, Nederlandsch Indische Spoorweg Maschaappij (NIS).


Foto keluarga di Lawang Sewu | Sumber foto @TravelNBlogID
 
Ada putih-putih di belakang, penampakan? | Sumber foto @TravelNBlogID


















Halaman Dalam Lawang Sewu Semarang

Workshop Hari Kedua: Bertarung di Live Blogging Competition

Satu yang aku tidak tahan dari kota Semarang ini, panas matahari. Entah mengapa buatku matahari Semarang lebih menyengat dibandingkan matahari Jakarta. Buat kamu yang akan berkunjung dan berwisata di Kota Semarang, sunglass, sunblock, topi atau payung akan sangat bermanfaat disana.

Panas matahari pula yang membuatku mengurungkan niat untuk duduk di dek atas bus Semarjawi saat kami berkeliling menikmati kawasan Kota Lama Semarang. Ya, pagi itu kami berkeliling kawasan Kota Lama Semarang dengan menggunakan Bus Semarjawi yang merupakan wahana wisata baru di Kota Semarang (Baca juga: Cara Baru Menikmati Wisata Kota Semarang). Taman Sri Gunting yang terletak persis di sebelah Gereja Blenduk menjadi titik pertemuan kami, taman ini adalah pilihan yang tepat untuk mengagumi arsitektur Gereja Blenduk. Pohon rindang yang ada di Taman Sri Gunting seolah menjadi oase bagi mereka yang kepanasan saat berkeliling kota Lama Semarang. Nampaknya upaya penghijauan perlu juga menjadi perhatian saat proses revitalisasi Kota Lama Semarang dilakukan kelak.


Kami bersama Semarjawi | Foto Milik @lostpacker

Tugu Muda Semarang, titik putar rute bus Semarjawi |
Foto milik www.wiranurmansyah.com
 
Keceriaan yang terjadi di dek atas bus Semarjawi |
Foto milik www.wiranurmansyah.com

Demikian pula dengan ini, panas-panasan X)) | Sumber foto @TravelNBlogID

Bus Semarjawi dan Kota Lama Semarang menjadi tema Live Blog Competition pada hari kedua workshop #TravelNBlog, sayang aku belum beruntung pada kompetisi tersebut. Albert Ghana Pratama dengan tulisannya berjudul Jelajah Semarang Sehari Dengan Semarjawi menjadi jawaranya, diikuti oleh Rifqy Faiza Rahman (Kota Lama, Tentang Geliat Pagi dan Semar Jawi), Slamet Riyadi (Semarjawi, Bus Wisata Semarang) dan mba Indri Juwono dengan kisahnya tentang Semarang Dalam Cerita Semarjawi. Panitia juga memberikan special appreciation kepada seorang peserta bernama Alifia Afflatus yang menuliskan tentang Traverse in Kota Lama With Semarjawi. Jika kamu berkunjung ke blog milik Alifia, kamu pasti mengerti kenapa dia mendapatkan apresiasi dari para panitia =)

Setelah makan siang, kegiatan workshop hari kedua dilanjutkan dengan talkshow bersama Fahmi Anhar dan Vira Indohoy yang dimoderatori oleh FirstaDYI. Peserta workshop yang sebagian besar tinggal dan menetap di Jawa Tengah tampak antusias mengikuti talkshow dengan tema blogger lokal serta peranannya terhadap pariwisata daerah. Aku senang bisa berjumpa Fahmi Anhar pada acara ini, dia adalah salah satu travel blogger yang aku kagumi. Darinya aku belajar tentang kerendahan hati dan pentingnya interaksi dengan pengunjung blog. Aku mengenal Fahmi sebagai seorang blogger yang me-mention semua peserta kuis yang dia adakan di blog miliknya, walaupun mention tersebut mengabarkan kabar buruk kalau ternyata kita belum beruntung dalam kuis tersebut. Buatku, itu sesuatu yang hangat dan penting untuk dilakukan.


Lawang Sewu, Semarang

Terima kasih semarang, terima kasih @TravelNBlogID. Dua hariku di Semarang sangat luar biasa. Sakitku karena penasaran terobati dengan sempurna.

Kenangan manis kota Semarang diakhiri dengan lezatnya es krim OEN`s Symphony di Toko OEN dan seporsi nasi goreng ruwet ala Pak Doel Noemani yang terletak di depan Paragon Mall. Sore manis bertambah manis karena aku melewatinya bersama teman baru sesama alumni #TravelNBlog edisi ke-3, Lilis dan Fina.

Pukul 22.30 WIB aku sudah berada di Stasiun Tawang, Kereta Api Kertajaya yang akan membawaku pulang ke Jakarta akan tiba pukul 01.10 nanti, masih banyak waktu untuk bersantai. Bangku besi dan colokan listrik menjadi pojok favoritku untuk menunggu. Namun suasana santai berubah menjadi ketegangan saat kubaca tiket kereta yang aku miliki. Ternyata kisah di Semarang belum akan berakhir.


(Kisah selanjutnya telah aku tuliskan disini)

-Semarang, 29 Maret 2015-

Komentar

  1. tentang ukuran langkah di Google Maps, memang tuh, gak pernah sama.. kaki bule yang super tinggi kali ya, jadi langkahnya panjang2 :))
    senang deh kalo peserta acaranya senang dengan acaranya travelnblg :D (nah lho kalimatnya belibet)
    semangat blogging teruusss! :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bener kak Vira, selisihnya bisa sampe setengah jam hahahahha

      Saya seneng sekali dengan acara TrvelNBlog kak, bahkan saya sudah mendaftar untuk TravelNBlog ke - 4 X))))

      Hapus
  2. keren loh jalan kaki dari Tawang mpe TIC hihihiii *gak jelas ini antara turut prihatin atau pigimana ;) Seumur2 aku di Semarang aja blm pernah nyobain, Mas.
    Semoga kapan2 bisa ke Semarang lagi utk trip yg lebih menggigit ya ;)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Siyap...suatu hari nanti pasti balik lagi ke Semarang, kota yang indah untuk di kenang =)

      Hapus
  3. Ahai, serasa nostalgia kayak baru kemarin dari Semarang hahaha. Dan sampai sekarang saya masih salut Mas Adi "bersedia" menuruti saran dari Google Maps wkwkwkw =))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kayak baru kemarin ketemu Rifqy, tapi aku udah kangen lagi huhuhuhu

      Hapus
  4. Ntar aklo ada lagi, aku ikut ah ... biar pinter2 macam kalian :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau ada lagi, kak cumi mah jadi mentor atuh hehehehe

      Hapus
  5. Ih seru bangeeeeeeet!

    Tapi aku bukan traveler :(
    Aku punya impian sih jadi traveler tapi ya gitu lah belum kesampaian.
    Kalau ada info tentang ini, aku mau dong dikasih tau hahaha
    Kali aja pas nanti aku udah jadi traveler beneran dan bisa ikut ini :p

    BalasHapus
    Balasan
    1. Menurut saya setiap manusia adalah traveler (pejalan), mba. Minimal dari rumah ke sekolah/tempat kerja hehehehhe

      Ayo kita jalan-jalan, agar dunia kita bisa lebih berwarna. Informasi biasanya lebih cepat di twitter, boleh loh follow @adisn84 X)))

      Hapus
  6. sangat luar biasa dan update trus poting artikel bermanfaat saya selalu akan trus berkunjung dan menikmati artikel terbaru kunjungan balik.

    BalasHapus
  7. menjadi suatu cerminan dan banyak pengetahuan berkunjung ke blog ini dan menarik untuk di baca terima kasih admin kunjungan balik website saya di jaket kulit garut

    BalasHapus
  8. Paling asik tuh belajar sambil belajar hehe

    BalasHapus

Posting Komentar