[Giveaway] My Passion


Sejak tahun 2010 Jalan-jalan sudah Menjadi Passion-ku

Jika pada tahun 2008 aku ditanya apa yang menjadi passion-ku, maka dengan pasti aku akan menjawab segala sesuatu yang berhubungan dengan dunia kehumasan. Berkuliah di peminatan Marketing dan Public Relations Rumah Sakit telah membuat kesukaanku pada dunia kehumasan tumbuh, kesukaanku pada berbagai hal tentang kehumasan kian menjadi setelah aku lulus dan diterima bekerja sebagai staf Humas di salah satu Perguruan Tinggi Negeri di bilangan Jakarta Pusat.

Rasanya begitu menyenangkan bisa bertemu dan berkenalan dengan rekan-rekan wartawan, membuat siaran pers dan menyebarkannya kepada mereka, lalu mengkliping setiap ada berita terkait institusi tempat aku bekerja.

Dalam kehumasan pula aku belajar tentang fotografi jurnalistik. Aku dipaksa untuk terus meningkatkan kemampuan agar setiap momen atau kejadian yang terekam dalam kameraku mampu bercerita di hari-hari kemudian. Bahagia rasanya saat bisa melihat peristiwa yang aku abadikan terpampang sebagai pelengkap sebuah artikel di surat kabar atau pun majalah.


Aku dan Pekerjaanku

Dunia kehumasan juga mengajarkanku untuk senantiasa berempati, empati tumbuh lewat berbagai kegiatan sosial yang kantorku adakan. Empati juga timbul saat aku harus menjawab setiap surat elektronik dari calon mahasiswa baru yang menanyakan berbagai hal tentang institusi kami. Umumnya para calon mahasiswa baru tersebut bercerita tentang ketakutan mereka untuk berkuliah di kampus tempatku bekerja, takut pada seleksinya yang ketat, takut pada biaya yang katanya mahal, hingga ketakutan pada jangka waktu kuliahnya yang panjang. Sudah menjadi tugasku sebagai staf Humas untuk membaca, menjelaskan berbagai hal yang mereka belum mengerti dan membalas surat serta memberikan semangat agar mereka tidak kalah sebelum berperang.

Aku sungguh menikmatinya saat-saat itu.

Namun jika kini aku ditanya tentang passion, maka jawabanku akan berubah. Aku akan menjawab jalan-jalan dan blogging sebagai passion-ku. Kesukaan baru yang membuat hidupku jauh lebih berwarna, membuatku bertemu teman-teman baru, melahirkan aneka cerita baru yang seru, serta mampu meletupkan kembali getar-getar gairah dalam hidup yang sebelumnya sempat meredup.

Tahun 2010 adalah tahun dimana aku menemukan passion-ku terhadap dunia jalan-jalan dan blogging, tempat pertama yang aku kunjungi adalah Karimunjawa di Kabupatan Jepara, Jawa Tengah (baca juga: Terima Kasih Jawa Tengah). Karimunjawa merupakan kawasan Taman Nasional dengan panorama bawah laut yang sangat indah, saat melakukan snorkling di Karimunjawa aku bagai memasuki sebuah kerajaan laut yang memiliki pemandangan karang-karang dengan aneka ragam warna serta bentuk ikan yang luar biasa. Kenangan yang kekal dalam ingatan.

Foto Bersama di Karimunjawa | Foto milik Bhinneka I.T

Aku suka dengan perjalananku ke Karimunjawa, aku suka dengan perjalanannya yang panjang, aku suka dengan teman-teman baru yang aku jumpai disana, aku suka dengan keindahan alamnya, aku juga suka dengan sunset karimunjawa yang hingga kini belum aku temui tandingannya. 


Perjalanan ke Karimunjawa tanpa sadar telah membuatku jatuh cinta pada sebuah perjalanan. Maka setelah Karimunjawa, aku mulai merangkai kisah lain dalam sebuah perjalanan, aku mulai mencari tempat-tempat lain untuk aku kunjungi, aku mulai mencari teman-teman baru untuk berbagi petualangan dan aku mulai mencari-cari waktu untuk bisa bepergian. Aku menemukan passion-ku yang lain.

Lambat laun aku pun menyadari, ada candu dalam sebuah perjalanan. Seperti candu yang digambarkan Sastri dalam tulisannya berjudul Malu yang Candu. Perjalanan pun seolah menjadi `tanda koma` dalam keseharianku, tanda yang mengharuskanku berhenti sejenak, memberikanku kesempatan untuk menghela nafas, beristirahat, dan melanjutkan kembali kehidupan setelahnya dengan semangat yang baru. 

Mulai Ngeblog


Daya ingat manusia sangatlah terbatas, oleh karenanya sebuah catatan atau dokumentasi bisa menjadi alat bantu yang baik untuk mengingat. Itu pula yang mendasari aku untuk mulai membuat catatan perjalanan yang pernah aku lalui dalam sebuah personal blog. Maka pada akhir tahun 2010 lahirlah adinugraha84.blogspot.com yang 5 tahun kemudian berganti alamat menjadi www.adindut.com.

Selain sebagai sebuah arsip perjalanan, alasan lainku untuk membuat blog adalah sebagai rasa terima kasih dan semangat berbagi. Karena melalui tulisan-tulisan di blog aku bisa mengetahui banyak hal tentang suatu tempat sebelum aku tiba disana, hasilnya aku jadi bisa merencanakan perjalanan dengan lebih baik. Untuk itulah aku perlu berterima kasih, maka aku tunjukkan rasa terima kasihku dengan cara menuliskan kembali tentang tempat tersebut sesuai dengan apa yang aku alami. Aku ingin berbagi informasi dan berharap cerita atau informasi yang aku sampaikan bisa bermanfaat bagi orang-orang yang mungkin juga akan pergi ke tempat tersebut.  


Apa itu Passion?

Berbicara tentang passion, aku teringat temanku yang memiliki passion sangat besar terhadap musik. Namanya Penny Hutabarat. Selain Bapak A.G Sudibyo, Penny adalah orang yang paling sering aku lihat jika ada wisuda di Universitas Indonesia. Kesukaannya pada dunia tarik suara telah membuat dia berkarya sehingga melahirkan mini album berjudul Bountiful Eyes. Semangat Penny selalu meletup-letup tiap kali kami berbincang tentang musik, mungkin itu pula yang terjadi padaku jika yang diperbincangkan adalah tentang jalan-jalan dan blogging. Semangat yang sama juga mungkin akan aku temui saat berbincang dengan temanku Stevy `Tepoy` Stevano tentang film dan yoga. Itu lah passion, selalu ada semangat lebih saat kita membicarakannya. Selalu ada karya yang dihasilkan setelahnya.

Menurut artikel Yodhia Antariksa yang berjudul 3 Cara Ampuh untuk Menemukan Passion, passion pada seseorang tidak terjadi begitu saja, passion harus dibentuk atau ditemukan. Sebuah pekerjaan atau karya akan sangat baik hasilnya apabila dikerjakan oleh seseorang yang memang memiliki passion dalam bidang tersebut. Lebih lanjut Yodhia menjelaskan bahwa ada 3 cara untuk membentuk atau menemukan passion, yaitu mengetahui apa hobi kita, membuat karya dari hobi kita dan menciptakan kebebasan.

Setiap manusia cenderung memiliki hobi masing-masing, seperti jalan-jalan, olahraga, main game, melukis hingga hobi makan dan tidur yang kerap kali dilakukan jika memiliki waktu senggang. Pengertian Hobi itu sendiri menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia adalah suatu kegemaran atau kesenangan istimewa yang dilakukan pada waktu senggang, bukan sebagai suatu pekerjaan utama. Artinya, setiap manusia memang perlu untuk mengetahui atau memiliki hobi dan menjalankan hobinya tersebut agar keseimbangan hidup tetap terjaga. 


Dari Hobi yang kita jalani, sebetulnya sudah terlihat apa yang menjadi passion kita. Sayangnya selama ini kita melakukan sesuatu yang menjadi hobi kita hanya sebatas untuk kesenangan, bukan untuk ditekuni. Itu sebabnya untuk membentuk atau menemukan passion tidak cukup hanya dengan mengetahui apa hobi kita saja, butuh langkah selanjutnya yaitu membuat karya (Productive Results). Karena Menurut Yodhia, tanpa karya maka hobby will be just hobby.


Nasi Kapau Uni Lis di Pasar Atas, Bukit Tinggi, Sumatera Barat

Aku yakin banyak diantara kita yang sangat ingin bekerja sesuai dengan hobi.  Buat penghobi jalan-jalan, pasti ingin bisa seperti Trinity atau Marischka Prudence yang sering mendapatkan pekerjaan untuk jalan-jalan karena hobi mereka masing-masing. Mungkin juga ingin seperti Barry Kusuma yang bisa keliling Indonesia karena hobinya dalam dunia fotografi. Mereka adalah orang-orang yang telah berhasil menjadikan hobi mereka menjadi sebuah karya. Hebat!

Setelah kita menemukan hobi dan berkarya, maka langkah ketiga untuk membentuk atau menemukan passion adalah dengan menciptakan kebebasan. Kebebasan yang dimaksud Yodhia dalam artikel tersebut adalah kebebasan untuk berkreasi yang relatif lebih luas. Aturan-aturan atau prosedur yang terlalu ketat secara tidak langsung akan membuat passion kita meredup, untuk itulah kita harus menciptakan kebebasan kita dalam berkarya. Namun tentu saja tanpa perlu merusak aturan atau norma yang ada.

Yodhia mencontohkan saat dia begitu menikmati passionnya dalam bidang professional blogging dan online shop, Yodhia menemukan kebebasan yang hakiki dalam prosesnya. Artinya tidak ada orang yang mengatur-atur dia untuk melakukan ini dan itu. Dia bebas berkarya dengan apa yang menjadi passionnya tanpa ada batasan sejauh mana dia bisa berkreasi.

Kebebasan merupakan poin penting untuk kita bisa menjalani hobi dan menghasilkan sebuah karya yang hebat. Dalam dunia jalan-jalan dan blogging sendiri, kita tentu saja bebas untuk menentukan kemana tujuan kita, dengan siapa kita berjalan, bagaimana cara untuk mencapai tujuan dan gaya apa yang akan kita gunakan untuk menuliskan cerita perjalanan yang telah kita lalui.


-Depok, 30 April 2015-

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

GIVEAWAY!!!

Sebagai rasa syukur dan terima kasih untuk kalian yang sudah membaca tulisanku diatas, aku ingin berbagi kegembiraan.

Ada 2 (dua) buah CD mini album Penny Hutabarat dan 2 (dua) buah voucher makan di Kitchenette senilai Rp. 50.000,- untuk 4 (empat) orang yang beruntung.



Syaratnya adalah....

  1. Kamu tinggal di Indonesia.
  2. Tuliskan APA YANG MENJADI PASSION KAMU DAN APA KARYA YANG INGIN KAMU WUJUDKAN DARI PASSION TERSEBUT pada kolom komentar di postingan ini, sertakan nama dan akun twitter.
  3. Follow akun twitter @adisn84 dan share giveaway ini di twitter (isi tweet bebas), gunakan tanda pagar (hashtag) #PassionTalk. Beri tahu aku (mention) setelah kamu ngetweet yaa...
  4. Batas waktu giveaway ini adalah Selasa, 5 Mei 2015 pukul 23.59 WIB.

Terima kasih =)

 

Komentar

  1. Nama : Mia Kamila
    Twitter : @MiyaKamila89

    Bakalan panjang urusannya jika membahas tentang "passion". Kenapa? karena sebuah kata "Passion" yang singkat akan memberikan makna mendalam dan akan berkecambuk di dalam hatiku. Jika dilihat dari latar belakang pendidikan dan pekerjaan sekarang, aku merasa bersalah karena sudah berjalan di luar rel. Bagaimana tidak? semuanya hanya berjalan setengah hati. Aku nggak bisa kawin dengan pekerjaanku sekarang dan hari-hariku terisi dengan keresahan dan kejenuhan.

    Karena jenuh aku sering mencari hiburan ke toko buku untuk sekedar bernostalgia terhadap buku-buku IT yang sering aku beli ketika aku kuliah, tapi ketika aku mengambil sebuah buku yang berjudulkan "HTML5" aku merasa katrok dan susah memahaminya, itulah dunia IT cepat sekali berkembangnya. Lalu aku menyisiri rak yang berisikan novel. Membaca sekilas sebelum membeli beberapa. Kerika aku membaca habis satu buku, gairah menulisku tumbuh lagi. Suatu hoby menulis yang sudah aku geluti sejak SD. Dalam tulisanku yang aku ketikkan di dalam blog berisi tentang sebuah "Keresahanku". Aku resah dengan pekerjaanku. Tak cukup hanya menuliskan sebuah keresahan, aku juga membeli sebuah kamera DSLR yang aku jadikan pelampiasan jika tanganku lelah menari diatas keyboard. Menjadi seorang ala ala fotografer handal aku menjadikan temanku sebagai model ala ala untuk aku potret. Rasa tidak puas selalu timbul dalam benakku, bosan juga hanya hunting di wilayah itu-itu aja. Disini tantangan baru bermula. Tanpa ragu aku mulai menjadwalkan suatu perjlanan ke sebuah kota kelahiranku (Surabaya). Dalam perjalanan aku di temani sebuah buku bacaan yang aku bawa sambil merangkai sebuah konsep foto dan cerita yang akan aku tulis nantinya. Setelah berhasil menulis satu buah cerita di blog dengan memaerkan hasil jepretanku ada sebuah rasa puas dalam hati.
    Jadi kalau di tanya apa passion-ku? aku akan menjawab mengabadikan sebuah moment dengan hasil coretan dan jepretan. Kalau di tanya lagi apa karya yang ingin aku hasilkan? aku akan menjawab sebuah karya berupa buku yang berisi tentang cerita perjalanan beserta bidikan di setiap momennya serta tak lupa sebuah pesan yang bermakna.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setau aku banyak orang yang melahirkan karya dari keresahannya, Mungkin salah satunya ya mba Mia, bukan tidak mungkin keresahan mba Mia akan berbuah karya yang besar.

      Tetap semangat mba Mia, ditunggu buku karyanya =)

      Hapus
  2. Ish kakak udah lama yaa ngeblog nya, dah 5 th an. Aku jadi minder hua hua hua
    Sukses yaaa kak, buat GA nya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. 5 tahun tapi postingnya setahun sekali hahahahhaha

      Kalo kak Cumi punya passion di bidang apa??

      Hapus
  3. asik ya bisa kerja kuliah sesuai passion haha sukses GAnyaaa :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sangat menyenangkan. Selalu ada semangat lebih saat menjalankan.

      Kalo mba Arifinda punya passion dalam bidang apa?? Share dong :)

      Hapus
  4. Salam kenal mba Mia :) Saya temannya Adi. Senang membaca sharing mba mia ttg passion nya.
    Setuju dengan Adi, kadang passion dan karya kita, lahir dari keresahan ya.
    Bersyukur saya merasakan keresahan yang hampir sama dengan mba Mia. Dan keresahan itu datang tepat waktu. Sehingga saya dapat mewujudkan salah satu mimpi untuk berbagi karya lagu ciptaan melalui album musik. Apalagi bila karya kita di-apresiasi oleh orang lain, rasanya senang sekali ya dan rasanya semakin bersyukur.
    Smoga terwujud mba karya buku nya. Bila sudah terwujud, kabari ya..agar adi, saya dan mungkin teman lainnya bisa jadi pembaca pertama dari buku karya mba Mia.
    Adi, saya dan teman-teman baru saja memulai sebuah seminar series tgl 30 April 2015 kemarin...ttg passion, namanya #PassionTalk. Smoga di episode #PassionTalk berikutnya...mba mia dan mungkin teman-teman lainnya dapat hadir dan berbagi bersama kami :).

    Regards,
    PennyHutabarat
    (www.pennyhutabarat.com)
    Blog : pennyhutabarat.blogspot.com

    ~whatever your dream is, make it happen~ PH

    BalasHapus
    Balasan
    1. Maap Bang Adi ijin coret2..

      @kak Penny : Salam kenal juga kak Penny, Sangat senang sekali mungkin kalau saya bisa hadir dan berbagi ttg passion. Karena menurut saya itu bahasan yang sangat menarik untuk di bicarakan. Selamat buat kakak atas karyanya dan semoga sukses. Saya jadi termotivasi.. ^ ^

      Hapus
  5. Sebaik-baik passion adalah yang tidak sia-sia, bermanfaat serta bernilai ibadah.

    Menentukan passion baiknya adalah temukan terlebih dahulu purpose of life dari diri kita sendiri : untuk apa saya hidup?, kontribusi apa yang saya dapat berikan dalam kehidupan?.

    “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku..” (QS. Adz-Dzaariyaat:56)

    Merujuk pada ayat di atas, tujuan kita diciptakan adalah untuk beribadah kepada Yang Maha Pencipta. Banyak hal dalam kehidupan ini yang bisa diartikan sebagai ibadah di luar 6 rukun iman seperti, bekerja, membantu orang lain yang kesusahan, menyingkirkan batu dari tengah jalan, dan bahkan tersenyum seperti pemilik blog ini yang murah sekali akan senyumnya :D

    Kembali ke passion,
    bagi saya setiap hal yang kita lakukan dan karya yang kita hasilkan kita niatkan sebagai ibadah. Bagi yang sudah menemukan passionnya hendaknya tetap menjaga ibadah kepada Yang Maha Pencipta.

    Terkait dengan Jalan-Jalan, ada ayat dalam Alqur'an yang tertulis :

    maka apakah mereka tidak berjalan di muka bumi, lalu mereka mempunyai hati yang dengan itu mereka dapat memahami atau mempunyai telinga yang dengan itu mereka dapat mendengar? Karena sesungguhnya bukanlah mata itu yang buta, tetapi yang buta, ialah hati yang di dalam dada. (QS: Al-Hajj Ayat: 46)

    Tujuan perjalanan adalah agar manusia bisa mengambil pelajaran dari setiap langkah perjalanannya. Tak sekedar senang-senang dan foto-foto tapi mengambil hikmah atas setiap perjalanannya.
    Bepergian ke Aceh kita bisa lihat langsung bukti-bukti kekuasaan Yang Maha Kuasa yang menciptakan Tsunami dan meluluhlantahkan bumi aceh dengan mudah dan cepatnya. kita bisa ambil pelajaran bahwa kita sebagai manusia adalah kecil di hadapanNya dan tidaklah kita berlaku sombong kalau kita masih menjejaki BumiNya.
    Bepergian ke Jepang kita bisa lihat pola manusia dan pemerintahannya yang bisa menjadikan negara jepang disebut negara maju. Etos kerja yang disiplin bisa kita implementasikan dalam kehidupan kita.
    Dan masih banyak contoh lainya.

    Apa passion saya?
    Saya bertujuan menjadi orang baik bagi keluarga, masyarakat sekitar, dan negara pada umumnya. Dengan segala kompetensi yang saya miliki di optimalkan untuk membantu orang lain. Tidak lupa semua hal yang saya lakukan diniatkan untuk Ibadah kepada ALLAH Yang Maha Kuasa.

    Terimakasih telah diberikan kesempatan memberikan komentar dalam blog ini. :D

    salam

    @dyanname

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dyaaaaannnn..... terima kasih telah berbagi *kasih senyum*

      Semoga passion yang kita semua jalani memang tidak sia-sia, bermanfaat serta bernilai ibadah yaa... :)

      Hapus
  6. Halo!

    Perkenalkan saya Miftaahul Jannah, saat ini saya berusia 18 tahun. Kata orang umur-umur se-saya ini belum kenal betul tentang passion. Namun kata orang belum tentu benar bukan? Menurut saya bahkan banyak orang yang lebih tua dari saya belum mengenal passion diri sendiri :3

    Untuk beberapa bulan yang lalu, mungkin ketika ditanya "Apa passion lo Mift?" Saya akan jawab passion saya adalah menulis, menulis dan menulis. Namun, berbeda dengan sekarang. Sekarang saya akan menjawab "Mencari uang yang banyak!"

    Sounds so materialistic?

    Sebenernya sih enggak juga, hahaha. Karena saya ingin mencari uang yang banyak untuk membantu sesama. Saya benci ketika merasa tidak punya uang untuk membantu orang lain, saya benci ketika saya hanya bisa memberi senyuman terhadap seorang bapak tua yang mendorong gerobaknya meminta makanan dan minuman pada saya, saya benci itu semua. Dan itulah yang menjadi passion saya sekarang. Mengumpulkan pundi-pundi rezeki untuk membangun sebuah shelter untuk membantu sesama. Seperti membuat bank padi untuk membebaskan petani dari angka kemiskinan, membuat rumah sakit gratis sebagai pelayanan masyarakat di seluruh penjuru Indonesia, membangun pabrik-pabrik berwawasan lingkungan dengan mengedepankan kenyamanan para pekerja, membangun panti jampo, panti asuhan, sekolah gratis dan sebagainya.

    Itulah passion saya sekarang, dan jika semua jadi kenyataan, maka itulah karya terindah yang pernah saya ciptakan.

    Membuat orang lain bahagia merupakan kebahagiaan terindah yang pernah saya rasakan. Heheheheheheheheheh, terdengar omongkosong ya? Yaaaaaaa, begitulah.

    Terimakasih telah membaca komentar-curcol-saya kali ini.

    With love,

    Miftaahul Jannah (@heymiftah)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hallo Miftaahul Jannah,

      Saya ragu apakah "Mencari uang yang banyak!" bisa dikatagorikan sebagai passion karena itu sepertinya adalah jalan hidup setiap manusia (mencari nafkah).

      Namun yang pasti, apa yang kamu ceritakan tentang niatan kamu untuk `berbagi` itu adalah sesuatu yang mulia dan bukan omong kosong. Saya turut mendoakan agar niatan tersebut tetap terjaga dan suatu hati nanti akan terwujud.

      Terima kasih telah berbagi ya Miftaahul Jannah :)

      Salam,

      Hapus
    2. Uang menurut saya adalah "sarana" yang mendukung sebuah passion :D

      Hapus
  7. Nama : Devidhede
    Twitter: @devidhede
    Passion?
    Bicara tentang passion tidak akan pernah habis..
    Meskipun saya bekerja di bidang yang saya inginkan tapi belum tentu itu passion saya.
    Saya suka bertemu banyak orang, suka mengabadikan moment.
    So passion saya apa?
    Passion saya jalan2 :D tapi yg bs d abadikan hasilnya.
    Saya ingin jadi penulis. Penulis itu bisa mengabadikan setiap moment dalam sebuah coretan. Nulis itu hasil dari pikiran, pengalaman bertemu banyak orang maupun meluapkan perasaan yanf tidak bisa terucapkan oleh bibir.
    Awal saya suka nulis hasil dari menang lomba dan telah dibukukan. Tema persahabatan itu yang membuat saya menang dan menjadi buku antologi pertama.
    Dengan hobby travelling yg merupakan passion saya, saya ingin passion saya itu menjadi sebuah karya. Entah tulisan di blog maupun di buku..
    Semoga semua itu bisa terwujud.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Asiiiikkkk ada Deviiiii....

      Wah, kamu sudah punya buku toh, aku mau baca dongggg

      Rasanya keinginan kita untuk terus menulis itu sama. Kamu benar saat bilang bahwa penulis itu bisa mengabadikan setiap momen dalam sebuah coretan. Sayang rasanya bila ada momen dalam hidup kita yang terlewat begitu saja bukan?

      Tetaplah menulis dan tetaplah `travelling`, Devi. Sebarkan kebaikan dalam setiap tulisanmu :)

      Salam.

      Hapus
  8. Duh passionku apa yah, ikut ikutan ngeblog namun kemampuan nulis waktu sangat limited edition dan sering blank nggak tahu nulis apa, akhirnya blog yang masih jalan ya blog kumpulan alamat dan nomor telepon dan akhirnya jadi blog directory kota :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo gali lebih dalam, konon passion itu `dibentuk` atau `ditemukan`. Berawal dari hobi mengumpulkan alamat dan nomor telepon akan bisa menjadi Directory Kota yang kemudian bisa sangat bermanfaat bagi orang yang membutuhkan, bukan?

      Salam.

      Hapus
  9. Mantappp ternyata dirimu udah menulis sejak 2010, lama juga ya. Aku masih newbie kak hehehe. Pertahankan semangat menulismu bro ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awal-awal dulu sering bikin Field Report (FR) di Kaskus setiap kali pulang `ngetrip`. Lalu tahun 2010 mulai kenal blog dan pindah kemari. Yang sulit dari ini semua adalah konsistensi hahahhahaha

      Terima kasih udah mampir mas Halim :)

      Hapus
  10. Apa yang menjadi passion kamu dan apa karya yang ingin kamu wujudkan dari passion tersebut ?

    (dulu) yang menjadi passion saya adalah segala sesuatu yang berhubungan dengan sejarah. Apapun itu saya menyukainya. Rasanya menyenangkan saat belajar dan memahami setiap detail sejarah, terutama sejarah bangsa Indonesia. Tentang artefak maupun monumen-monumennya. Saya bahkan sempat ingin melanjutkan kuliah untuk mengambil jurusan Arkeologi. Tapi semua seakan berubah saat saya mengenal dunia buku. Ya, buku mengubah segala hal dalam hidup saya. Buku mengubah arah pandang saya terhadap dunia dan semua aspek kehidupan. Saya seolah menemukan diri saya yang sebenarnya ketika berhadapan dengan buku dan membacanya. Saya bahkan berani mengembangkan imajinasi terliar saya. Dalam buku saya menemukan banyak hal yang mungkin belum tentu saya temui dalam dunia nyata, dunia manusia.

    Seperti kata George R.R Martin bahwa : "A reader lives a thousand lives before he die." Orang yang hobi membaca bisa hidup dalam ratusan kehidupan lain sebelum ia mati. Saat membaca novel, kita akan diajak berpetualang dalam ceritanya, mengambil banyak pelajaran hidup, sekaligus menikmati saat-saat membaca sebagai suatu hal yang menyenangkan dan menarik.

    Sampai suatu ketika saya berpikir, saya tidak ingin hanya menjadi pembaca. Entah kenapa ada dorongan kuat dalam diri saya bahwa saya bisa menuangkan imajinasi saya dalam sebuah tulisan yang bisa dinikmati pembaca. Mulai dari situlah, saya ingin menulis. Butuh pengorbanan yang besar untuk bisa mencapainya, namun mimpi apapun dapat diraih kalau kita mau bekerja dan berusaha, kan? Perjalanan untuk meraih mimpi itu tidak mudah, dan saya merasakannya. Sampai akhirnya keinginan saya untuk menerbitkan buku terlaksana juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya punya beberapa teman penyuka buku, dan saya selalu iri saat mereka sedang membaca buku. Mereka seolah dapat masuk dan mengambil bagian dari kisah yang tertulis dalam buku tersebut.

      Terima kasih telah berbagi, Hikari Mio :)

      Hapus
  11. Perjalanan hidup yang berwarna mas dan bicara passion, terutama ketika dibenturkan dengan pekerjaan yang kita dapatkan, mau tidak mau kita harus menekuni apa yang bukan passion kita dan selalu mencoba untuk menikmatinya.Thanks untuk artikelnya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar sekali mba Sarah. Sama-sama mba, terima kasih sudah mampir :)

      Hapus
  12. mantaabbbbb.... terimakasih atas infonya, kami tunggu postingan selanjutnya dengan lebih menarik lagi.

    BalasHapus
  13. http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20150825/405/465577/fakta-fakta-unik-wisata-karimunjawa

    BalasHapus
  14. Ayoo..temen - temen.,..diVOTE...yaaa..trims....salam wiSATA...

    http://writing-contest.bisnis.com/artikel/read/20150825/405/465577/fakta-fakta-unik-wisata-karimunjawa

    BalasHapus
  15. Memang menyenangkan kalau bisa bekerja sesuai passion. Rasanya spt bergembira saja :D

    BalasHapus

Posting Komentar