Menyapa Museum Kata Andrea Hirata

Museum Kata Andrea Hirata

Aku mengumpat dalam hati. Ada tiga hal yang membuat aku mengumpat. Pertama adalah cuaca Belitong yang sangat terik, panas terik begitu terasa terutama saat kami mengunjungi Replika Sekolah Laskar Pelangi (SD Muhammadiyah) di Gantong. Matahari seakan berada tepat diatas kepala, membuat kulit kepalaku yang sedikit rambut terasa sangat gatal.


Umpatan dalam hati yang kedua aku tujukan untuk harga tiket masuk Museum Kata Andrea Hirata yang mahal. Lima puluh ribu rupiah harus aku bayarkan untuk bisa masuk ke Museum Kata Andrea Hirata. Walaupun mendapatkan bonus sebuah buku saku Laskar Pelangi dan cap masuk museum di lengan kiri sebagai tanda lunas, tetap saja aku mengumpat. Coba kawan bayangkan, apa saja yang bisa kita beli dengan uang lima puluh ribu di warung nasi pinggir kantor?

Lalu yang ketiga, yang membuatku kesal dan mengumpat dalam hati adalah karena sang waktu. Waktu yang aku dapatkan untuk bisa menjelajahi ruang demi ruang di Museum Kata Andrea Hirata hanyalah 15 menit. Tentu saja waktu tersebut adalah waktu tersingkat yang pernah aku lalui untuk mengunjungi sebuah museum. Jelas 15 menit adalah waktu yang sangat kurang, apalagi untuk berkunjung ke Museum Kata Andrea Hirata yang mana sebagian besar koleksinya berbentuk tulisan. Padahal, aku harus melewatkan sebuah acara seru di ibukota demi bisa berlama-lama di museum ini. 

Pada hari bersamaan, Klub Blogger dan Buku Backpacker Jakarta dimana aku menjadi salah satu anggotanya mengadakan acara kopi darat atau yang biasa disebut kopdar. Acara yang rutin diadakan setiap bulan ini merupakan ajang silaturahmi dan penyegaran pengetahuan dunia blogging serta buku bagi para anggotanya. Kebetulan sekali, materi pada kopdar yang diadakan pada tanggal 3 September 2016 di PT. Qwords Company, Gedung Cyber 1 Lantai 3, Jakarta Selatan, tersebut membahas tentang hosting dan domain yang merupakan materi yang ingin sekali aku pelajari.

Namun sudahlah, aku hanya mengumpat sesaat. Kesal sepanjang hayat tiadalah berarti. Lagipula aku bukanlah Hermione Granger, teman Harry Potter, yang bisa berada didua lokasi dalam waktu bersamaan. Waktu sesaat yang aku miliki untuk berada di Museum Kata Andrea Hirata benar-benar aku manfaatkan. Rasa syukur dan gembira bisa berada disini ternyata mampu memadamkan kekesalan. Untaian kata-kata indah serta pertunjukan pencapaian mimpi-mimpi seorang anak dari desa Gantong yang terpampang diberbagai sudut Museum Kata Andrea Hirata, menjadi oase tersendiri buatku selama perjalanan ke Belitong ini. Haru rasanya membaca sekilas kisah perjalanan seorang Andrea Hirata. Kisah dia menyapa dunia dengan caranya sendiri. Kisah bagaimana karyanya mendapatkan apresiasi. Kisah yang bagiku pribadi adalah sebuah motivasi.

Museum Kata Andrea Hirata, Indonesia first literary museum

Dinding pagar warna-warni yang membentengi museum
Nuansa seni dan sastra begitu terasa saat kita memasuki Museum Kata Andrea Hirata

Bagian dalam Museum Kata Andrea Hirata

Ruang depan Museum Kata Andrea Hirata

Berbagai literasi koleksi Museum Kata Andrea Hirata

Koleksi poster-poster film Laskar pelangi menghidupkan suasana di Museum Kata Andrea Hirata

Museum Kata Andrea Hirata

by Andrea Hirata

Museum Kata Andrea Hirata terletak di Desa Gantong, Belitong Timur. Butuh waktu sekitar 90 menit berkendara untuk mencapai museum ini dari kota Tanjung Pandan. Museum Kata Andrea Hirata mudah dikenali, ini karena dinding pagar yang membentengi museum diwarnai warna-warni bagai pelangi. "Tak terbilang hati gembira, melihat Negeri laskar pelangi, selamat datang di Museum Kata, semoga kawan terinspirasi" begitu kata-kata yang akan kita jumpai saat pertama tiba di Museum Kata Andrea Hirata. Memasuki museum kita akan menemukan halaman yang rindang, kerindangan halaman ini sungguh menjadi penenang ditengah teriknya matahari Belitong. 

Koleksi di Museum Kata Andrea Hirata tidak lepas dari kisah sukses novel dan film Laskar Pelangi. Terpasang aneka poster yang merupakan cuplikan dari adegan-adegan dalam film Laskar Pelangi. Ada pula disuatu dinding kisah bagaimana novel Laskar Pelangi diterjemahkan kedalam berbagai bahasa di dunia. 

Dinding yang seolah bercerita bagaimana mimpi seorang bocah dapat terwujud

Penny Hutabarat dan Melisa Bunga saat di Museum Kata Andrea Hirata | Foto dari Penny Hutabarat
Salah satu ruangan di Museum Kata Andrea Hirata | Foto diambil tanpa izin dari sini

Museum Kata Andrea Hirata | Foto diambil tanpa izin dari sini

Museum Kata Andrea Hirata | Foto diambil tanpa izin dari sini

Museum Kata Andrea Hirata | Foto diambil tanpa izin dari sini

Dari semua ruangan yang ada museum ini, aku sangat menyukai berada di ruang dapur. Di ruangan yang juga difungsikan sebagai kafe bernama Warkop Kopi Kuli ini, banyak terdapat benda-benda antik seperti televisi, telepon umum, lukisan, radio dan mesin jahit tua yang menyatu dengan ornamen ruangan berdinding kayu usang. Disudut ruangan terdapat "kantor pos" dimana kita bisa membeli kartu pos bergambar Museum Kata Andrea Hirata seharga Rp. 15.000,- sudah termasuk prangko dan biaya penitipan pengiriman.

Ruang dapur Museum Kata Andrea Hirata

Sudut dapur yang difungsikan juga sebagai Warkop Kupi Kuli | Foto diambil tanpa izin dari sini

Salah satu sudut ruang dapur Museum Kata Andrea Hirata
"Kantor Pos" Museum Kata Andrea Hirata
Berkirim kartu pos untuk dia yang istimewa =) | difoto oleh Penny Hutabarat

Ayah dan Bunda Andrea Hirata

Museum Kata Andrea Hirata berdiri tahun 2010 dan sempat ditutup dipertengahan tahun 2016 karena renovasi. Konon, museum ini adalah museum sastra pertama yang ada di Indonesia. Mengunjungi museum ini mengajarkanku akan banyak hal, terutama pelajaran tentang bagaimana karya sastra mampu merubah kehidupan sosial dan perekonomian seseorang. Bagaimana karya sastra mampu membuat penciptanya menyapa dunia lewat karya-karya bermutu. Bagaimana mimpi harus terus terjaga, karena kita harus yakin bahwa Tuhan akan memeluk mimpi-mimpi itu.

-Belitong, 3 September 2016-   

Video perjalanan ke Museum Kata Andrea Hirata


Komentar

  1. Waaahhh...sekarang sudah berwarna-warni ya. Saya ke sana tahun 2012-an kalau tidak salah, masih berbentuk rumah kayu sederhana dengan cat monoton. Keren sekarang =)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan dulu pasti masih gratis. Sekarang bayar lima puluh ribu huhuhuhuhu

      Hapus
  2. Full color museum nya... bagus untuk photo2 nih..😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau istilah sekarang, instagramable kak Nancy hehehehhehe

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. Ka Adi...keren euy ! 15 menit bisa dapat banyak hal...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih, kak. Tapi itu waktunya kuraaaaannnnnggggg sekali T_T

      Hapus
  5. Ka Adi...keren euy ! 15 menit bisa dapat banyak hal...

    BalasHapus
  6. Maret 2016
    Masih gratis Mas Adi :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, sejak selesai direnovasi jadi berbayar T_T

      Hapus
  7. Balasan
    1. Aamiin....adanya Museum ini jadi menambah kekerenan Belitong :)

      Hapus
  8. ih bagus banget, warna warni bikin orang betah di sana ya, jadi pingin

    BalasHapus
  9. wihh.. catet! desember mau kesini soale..
    hehehe..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wajib kunjung, kak. Walaupun biaya masuknya lumayan mahal sih hehehehhehe

      Hapus
  10. 15 menit itu kurang banget ya Mas? Harusnya seharian biar bisa belajar menyerap kata-kata sang penulis. Tapi, desain museum yang warna-warni sepertinya menarik :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Museumnya bagus, Ky. Inspiratif. Mangkanya saya kesal sekali cuma punya waktu 15 menit berada disana :(

      Hapus
  11. Bagus banget ya, museumnya. Saya ke Belitong th 2010 jadi cuma lihat SD-nya. In sya Allah kapan-kapan mau ke sana lagi ah, dan menyempatkan berlama-lama di museum ini.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah,ada mba Nunik. Terima kasih sudah mampir di blog saya mba hehehehhehe

      Iya mba, kasih waktu yang cukup lama di museum ini lalu resapi setiap kata yang dituliskan oleh sang empunya museum :D

      Hapus
  12. Waaaa pantesan sekarang udah berbayar, udah cantik gini sih. Kalo dulu masih seadanya banget. Jadi pengen kesini lagi deh.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yang sekarang keren, Kak. Ayo ke Belitong lagi :D

      Hapus
  13. Seru nih. Pasti banyak jejak keren tulisan Andrea Hirata. pasti seru dan menyenangkan serta banyak ilmu

    BalasHapus
  14. Sering liat poto Museum Kata ini di instagram. Selalu bikin mupeng pengen banget ke Belitung.
    Tapi harga tiketnya lumayan juga ya. Dan kenapa cuma dibatasi 15 menit? Ga bisa puas dong

    BalasHapus
  15. Wah kalo 15 menit blm puas jelajah musium loh itu

    BalasHapus
  16. Pengen juga ke sana, semoga Subaru saat nanti. Btw, harga tiket nya beneran mahal yah, ckckckck ...

    BalasHapus
  17. Aku fokusnya langsung ke desain museum yang penuh warna nan lucu.. keren!

    Btw, kecewa sama perjalanan yang nggak sesuai harapan emang nggak ada gunanya.. mending menikmati apa yang sudah ada di depan mata..

    BalasHapus
  18. Kenapa hanya dibatasi 15 menit ya? Padahal kalau dilihat-lihat dari gambar Mas Adi, kita akan membutuhkan banyak waktu untuk mempelajari dan menikmati setiap karya yang terpampang di sana.

    BalasHapus
  19. wah musiumnya berwarna warni ya? hanya 15 menit ya..padahal kalau ke musium saya butuh waktu berjam-jam untuk meresapi suasana dan makna kata. Jadi penasaran dengan musium tersebut.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itulah mas, sedih aku cuma punya waktu lima belas menit T_T

      Hapus
  20. Mihil juga tiket masuknya ya... tapi tempatnya asyik... instagramable...

    BalasHapus
  21. Keren ya, konsep bangunannya kayak galeri museum di luar negeri

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak...Instagramable hehhehehe

      Hapus
  22. Waaa warna warni....
    Cuma lima belas menit mana cukup yaaa wong jauh2 ke belitong

    BalasHapus
  23. Wahh ini salah satu tempat yang ingin saya kunjungi sebelum mati. Semoga kesampaian.

    Kenapa cuma dibatasi 15 menit, mas? Apa pengunjung sedang penuh banget?

    Btw, ajak ajak donk kalau ad perkumpulan blogger dan buku lagi :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aamiin....

      Waktu kunjungan museum tidak dibatasi, cuma waktu saya yang terbatas karena rombongan harus segera ke lokasi lain. Ke kampung Ahok yang jaraknya tidak terlalu jauh dari museum ini.

      Hapus
  24. Ngeri jua lah lima puluh ribu
    Mungkin gara-gara terkenal tu Laskar Pelangi
    Jadi keinget dah tiket masuk Gunung Semeru naik gara-gara masum film lima senti

    Kok cuma seperempat jam?
    Dibatasin gitu kah?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya cukup mahal, tapi pantas kok. Bayar lima puluh ribu diawal tidak terasa setelah didalam hehehehehhe...

      Waktu kunjungan ke museum tidak dibatasi, cuma waktu saya yang terbatas karena harus segera ke lokasi lain

      Hapus
  25. Wah senang bgt nih bisa berkunjung ke museum kata andrea hirata, dilihat dari tetralogi laskar pelangi nya saja, sudah terlihat untaian-untaian kata sastra yang Indah dan penuh makna, menyenangkan ya bisa berkunjung kesini, ya meskipun htm nya mahal dan waktu kunjungannya sebentar bgt hhaha

    Tapi ya lebih baik, karena sudah bisa mengunjungi museum kata :)))

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar mas, rasanya seperti memasuki dunia nya Andrea Hirata :)

      Hapus
  26. Itu kunjungan dibatasi 15 menit karena saking banyaknya yang antri atau gimana mas? Sayang banget kalo udah jauh2 kesana tapi ga bisa menikmati dengan tenang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Karena rombongan saya lebih ingin menghabiskan waktu di Kampung Ahok yang letaknya tidak terlalu jauh dari museum ini :D

      Hapus
  27. Aaarrggghhh pengen ke sana. Bulan lalu suami ke sana dan pamer ke aku. Moga2 selanjutnya aku bisa ke sana jg aamiin :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Dan balik pamer ke suami hahahahahhaha

      Hapus
  28. Baru tau ini detailnya, mas..
    Baguuss yaa..

    Jadi pingiin banget ke museum.
    Meskipun bukan sastrawan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yes. Tidak perlu menjadi sastrawan sih untuk menikmati koleksi Museum Kata Andrea Hirata. Cukup menjadi penikmat museum saja hahahahhaha

      Hapus
  29. Museumnya cantiikk, warna warni. Sayang cuma 15 menit ya, harusnya bisa seharian untuk bisa puas ngubek-ubek isi museum.
    Aaackkk.. Pengen banget kesini!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali, butuh seharian agar puas dimabuk kata-kata nya Andrea Hirata :)

      Hapus
  30. What??? 50ribu??? Ya Alloh, mahal amat deh. Jadi mikir-mikir. Tapi ya mungkin dibarengin dengan pemeliharaan yang baik.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya beneran, Kak. Hehehhehe....Tapi sebenarnya pantas sih harga segitu, karena memang pengunjungnya pun tidak seramai museum di ibu kota dan isi dari museumnya bagus :)

      Hapus
  31. Waahhhh colorful banget yak.
    Disana gak jual novel Andrea ka?
    Untuk htm murah apa mahal jatuh nya? Kalau aku sij bilangnya murah, karena biasanya di pedesaan itu, harga-harga mahal. Hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ada kok, ada semacam konter gitu yang jual buku maupun souvenir Laskar Pelangi.

      Nah, ini dia. Tergantung sudut pandangnya sih memang. Saya bilang mahal karena selama ini kalau ke museum, terutama di Jakarta, selalu bayarnya murah. Jadi kaget banget pas di Museum Kata ternyata harus bayar lima puluh ribu.

      Hapus
  32. Nyesel deh. Pas ke belitung nggak mampir kesini. Hiks. Nanti ke sini juga ah, kalo pas waktunya sempet....

    BalasHapus
  33. Aku suka foto2 museumnya mas. Colorful banget. Duh semoga bisa ke sana ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih. Aamiin....ayo main ke Belitong.

      Hapus
  34. sama mas dilihat dari foto-fotonya yang paling aku suka itu bagian dapur museumnya, prabotannya antik-antik semua, keren ya jadi pengen kesana juga :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyes, saya juga suka bagian dapurnya. Trus ada kedai kopi lagi, makin mantap lah :)

      Hapus
  35. Impian banget bisa dateng ke sini. Menurutku ini adalah museum yang unik dan must visit banget kalau ke Belitong. Hmm kapan ya bisa nyusul Mas Adi ke tanah belitong 😊

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga disegerakan. Belitong layak kunjung, banyak banget objek wisata yang bisa dinikmati.

      Hapus
  36. Impian banget bisa dateng ke sini. Menurutku ini adalah museum yang unik dan must visit banget kalau ke Belitong. Hmm kapan ya bisa nyusul Mas Adi ke tanah belitong 😊

    BalasHapus
  37. Museum Andrea Hirata sangat Colour ful yaa

    Seru ni sekalian wisata , sekalian belajar

    Thanks

    Kandida

    BalasHapus
  38. Mahal banget ya tiket masuknya, tapi ga masalah sih karena dapat buku. Tapi waktu berkunjung yg cuma 15 menit apa ga bisa diperpanjang ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bisa kok, kemarin 15 menit karena rombongan saya harus segera ke tempat lain :)

      Hapus
  39. Wiiiihhhhh. Keren musiumnya, itu serius hanya 15 menit di dalam? Duhhh, saking banyak antriannya kah, Kak?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Bukan. Tapi karena rombongan saya harus segera ketempat lain. Ke Kampong Ahok.

      Hapus
  40. Tiket masuknya lumayan banget ya. 50 ribu... bisa untuk makan bakso berempat di sini.
    Tapi memang ada donasinya juga ya, mungkin...

    BalasHapus
  41. 50 ribu mungkin bakal cukup terbayarkan dengan museum yang keren parah ini, apalagi ekslpor museumnya sampe berjam-jam. Sayang banget ya Kak Adi cuma 15 menit aja, mungkin kalo pergi sendirian bakal betah di sana 5 jam ya, Kak. Hahaha.;D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya benar sekali. Kepengennya sih bisa ngopi-ngopi juga di dapur museum hehehhe

      Hapus
  42. Mahal juga ya 50rb. Apalagi cuma 15 menit waktu nya. Untungnya sih penuh warna ya itu museumnya hahah

    BalasHapus
  43. Baguus... Pingin juga kesana...
    Banyak list destinasi yg jadi wishlist nih 😂😂😂

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan cuma dibikin list dong, ayo dijalani. Aku ikut yak :)

      Hapus
  44. Dinding mimpi anak-anaknya bagus mas!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar. Bikin merinding juga sih.

      Hapus
  45. bagus itu buat bahan pembelajan dari melihat lukisan kata kata dan juga lukisan yang lainnya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mas, konsep museum nya memang bagus.

      Hapus
  46. Baru tau kalau museum lukisan kata miseum sastra pertama di Indonesia.. bukankah di Dumai atau dimana gitu saya lupa, ada museum sastra yg udh lumayan tua..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Entahlah mba, tapi klaim dari museumnya memang seperti itu sih hehehhe

      Hapus
  47. mas adi umpatannya kebayar lah ya, terkikis setelah memasuki ruang demi ruang museum. Cahayanya bagus jd foto pake hp jg udah cukup y. instagramable colorful ��

    BalasHapus
  48. Bagus banget museumnya,dan nggak nyangka kalo itu adalah museum sastra pertama di Indonesia. Aku jadi tertarik banget untuk membawa diriku ke museum itu. Tapi..... jauh sekali-_-

    BalasHapus
    Balasan
    1. Gak jauh kok, cuma sekitar 1 jam dari Jakarta. Tapi naik pesawat hehehehehe

      Hapus
  49. Wow, museum sastra pertama di Indonesia. Kesuksesan Laskar Pelangi sepertinya emang gk surut ya, keren!

    Salam kenal, Mas :)

    BalasHapus
  50. waaahh, cakeeepp :3
    ternyata jadi museum sastra pertama di Indonesia ya :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kabarnya sih begitu, kak. hehehehhehe

      Hapus
  51. Wah keren museumnya, mudah2an bisa segera kesana..aamiin.
    Btw, nama kita hampir sama bang, hanya beda satu hurug :D

    Salam kenal :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yoi...salam kenal juga mas Andi Nugraha

      Hapus
  52. Udh berubah ya..museum andrea hirata? Lbh full colour.
    Aku k museum andrea hirata thn 2014
    Baju laskar pelangi yg hanya d jual d belitong. Tinggal ukuran L.
    Ukuran S nya udh abissss
    Sedihhhh

    BalasHapus
    Balasan
    1. Balik lagi ke sana, mba. Biar gak sedih :)

      Hapus
  53. wah keren banget....akuuh gak dikirimin kartu pos nih adi?...hiks..:)

    BalasHapus
  54. kemarin ke museum andrea hinata bulan mei dan tutup karena sedang renovasi :(

    yuk lihat wisata jambi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo balik lagi ke Belitong mas Anton :)

      Hapus

Posting Komentar