Tiket yang Hangus dan Manfaat dari Rapid Test


Penumpang menaiki pesawat

Setiap tahun, saya biasanya membeli tiket pesawat terbang promo untuk digunakan pada tahun berikutnya. Tidak terkecuali untuk tahun 2020, sejak bulan Mei 2019 sudah banyak maskapai yang menjual tiket promo untuk terbang di tahun 2020.


Saya sering kali pula mendapatkan harga yang betul-betul murah bahkan nyaris gratis untuk penerbangan-penerbangan internasional jarak dekat seperti ke Kuala Lumpur atau Singapura. Tiket seperti ini tahun lalu saya manfaatkan untuk mengajak kedua orang tua jalan-jalan ke Kuala Lumpur.

Tahun ini saya mempunyai dua tiket penerbangan ke luar negeri. Satu ke Kuala Lumpur di pertengahan tahun, dan satu lagi tiket ke Singapore untuk akhir tahun nanti. Semuanya saya beli dengan harga yang murah, saya hanya membayar untuk pajak dan beberapa biaya saja.

Saya saat di Melaka, Malaysia. Banyak kota di luar negeri yang saya kunjungi
dengan tiket pesawat yang murah

Siapa sangka pandemi Covid-19 akan melanda dunia. Saat mendengar tentang pandemi ini di awal tahun 2020, saya sudah mulai khawatir jangan-jangan semua tiket yang saya beli tahun lalu tidak bisa digunakan karena penerbangannya dibatalkan.

Tiket yang hangus atau tidak jadi berangkat sesungguhnya bukan hal baru bagi saya. Jauh sebelum hari ini, saya sudah sering membeli tiket promo namun tidak jadi berangkat. Sebagian besar karena pekerjaan. Sulit bagi saya untuk bisa mendapatkan cuti atau meninggalkan kantor lebih dari 3 hari.

Bulan maret 2020, saya masih berharap penyebaran virus corona tidak meluas sehingga saya masih tetap bisa berangkat. Namun kini saya sudah ikhlas. Seandainya pun bisa tetap berangkat, mungkin saya akan memilih untuk tidak berangkat. Takut, itu alasan utamanya. Takut terinfeksi virus corona yang sungguh tidak kasat mata.

Dahsyat sekali efek virus corona ini, hampir seluruh dunia merasakan dampaknya. Sektor pariwisata jelas terdampak. Bagi kita yang senang melakukan perjalanan, kini sudah tidak bisa lagi jalan-jalan. Entah sampai kapan.

Penerbangan saya yang dibatalkan, dampak dari pandemi Covid-19

Hingga saat saya menulis tulisan ini, obat Covid-19 maupun vaksin virus corona belum ditemukan. Namun, ada hal-hal sederhana yang bisa kita lakukan untuk mengurangi penyebaran virus ini, seperti rajin mencuci tangan dengan menggunakan sabun dan air mengalir, menjaga jarak fisik, tetap berada di rumah, dan selalu menggunakan masker.

Hal-hal sederhana tersebut perlu kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Karena virus corona menyebar melalui percikan air saat seseorang bantuk atau bersin. Juga menyebar saat kita menyentuh tangan, mata, hidung, mulut atau benda-benda yang terkena percikan air liur orang yang terinfeksi virus corona.

Saya yakin untuk gejala Covid-19 pasti sudah kita ketahui bersama. Namun yang jarang diketahui orang adalah bahwa kita bisa melakukan pengecekan atau skrining awal, apakah kita terindikasi terkena infeksi virus corona atau tidak. Salah satunya dengan menggunakan metode Rapid Test.

Pemeriksaan rapid test ini menggunakan sampel darah untuk diuji. Darah yang diambil akan digunakan untuk mendeteksi IgG dan IgM, yaitu sejenis antibodi yang terbentuk saat tubuh mengalami infeksi. Jadi, jika di tubuh terjadi infeksi virus, maka jumlah IgG dan IgM di tubuh akan bertambah. Pemeriksaan rapid test ini memungkinkan pasien pada tahap awal infeksi dapat diidentifikasi dengan lebih cepat.

Saat ini tentu sudah banyak penyedia jasa pelayanan rapid test di Indonesia, khususnya di Jakarta. Salah satunya adalah melalui aplikasi kesehatan daring Halodoc. Layanan rapid test drive thru dari Halodoc berlokasi di Jabodetabek dan bekerja sama dengan berbagai mitra rumah sakit seperti Mitra Keluarga, Mayapada Hospital, Rumah Sakit St. Carolus, dan Primaya Hospital.

Tes Covid-19 melalui Halodoc
Rapid test tentu menjadi salah satu hal sederhana yang bisa kita lakukan. Identifikasi yang cepat ada atau tidaknya potensi virus corona pada tubuh kita dapat membuat kita jauh lebih tenang. Hasil pemeriksaan rapid test biasanya tidak lama. Hari ini test, besok hasilnya sudah dapat diketahui. Kecepatan hasil ini mempengaruhi langkah apa yang harus kita ambil selanjutnya.

Sekali lagi saya dapat katakan bahwa saya sudah ikhlas untuk kehilangan tiket penerbangan saya di pertengahan tahun ini. Namun saya masih berharap dapat tetap terbang di akhir tahun nanti.

Saya rasa ini menjadi doa kita bersama, semoga virus corona dapat segera pergi dari muka bumi ini dan semua mahluk dapat hidup dengan lebih sehat lagi. Aamiin.

Terima kasih telah membaca, semoga bermanfaat.

Jakarta, 22 Mei 2020.

1 komentar:

  1. seriusan bisa ampe nyaris gratis gitu mas? tips-tipsnya dong mas hehe saya malah salfok ke cara mendapatkan tiket murah hehe

    BalasHapus