Bermain dan Berbagi : Memelihara Asa Menggapai Cita

Desain milik BookPackerIndo

Secara tidak sengaja aku membaca twit dari akun @BookPackerIndo tentang acara "Bermain dan Berbagi" (kita singkat #BnB ya) yang akan mereka adakan pada tanggal 20 - 21 Juli 2013 di daerah Ciwidey, Jawa Barat. Tertarik, maka aku mencari informasi lebih banyak tentang kegiatan itu, dan ternyata aku masih bisa daftar untuk bergabung dalam kegiatan tersebut, motivasi tinggi untuk melakukan suatu perjalanan dibulan puasa dan untuk memperluas pertemanan maka tanpa ragu aku ikut mendaftar. Hingga akhirnya di hari sabtu pagi tanggal 20 Juli 2013 aku sudah berada di dalam bis Primajasa jurusan Jakarta - Bandung, selepas subuh aku langsung menuju pool bis Primajasa di daerah UKI, Jakarta Timur. Ketidaktahuan aku akan letak pool bis Primajasa di UKI membuat aku memilih taksi untuk menuju sana, dan ternyata begitu sampai di pool bis Primajasa tersebut, persis di depannya ada halte transjakarta (halte BKN) hahahahahha.....




Kurang lebih pukul 5.30 bis berangkat menuju Bandung, perjalanan diperkirakan memakan waktu selama 3 - 4 jam dan tarif bis ini (eksekutif) sebesar Rp. 60.000. Di Bandung nanti bis Primajasa ini akan berhanti di terminal Leuwi Panjang, inilah salah satu alasan aku memilih naik bis menuju Bandung, karena meeting point dengan teman-teman @BookPackerIndo adalah di terminal Leuwi Panjang pukul 10.00 WIB. Lumayan, ada waktu untuk sekedar meneruskan tidur pagi hari itu =)

Sekitar pukul 8.30 aku tiba di terminal Leuwi Panjang, ini sangat-sangat kepagian kawan, karena kan janjian ketemuan dengan teman-teman yang lain jam 10.00 =(. Aku langsung kirim kabar ke @JicoBakti, teman dari @BookPackerIndo yang menjadi penghubung para peserta kegiatan #BnB di terminal Leuwi Panjang. Lama tidak mendapat respon aku pun masih tenang, ku pikir mungkin masih tidur karena memang jam 8.00 di bulan puasa itu masih sangat pagi, aku membeli koran untuk mengisi waktu menunggu, dan selesai semua halaman aku baca ternyata masih lama untuk sampai ke jam 10.00. Penciumanku mulai terganggu dengan aneka aroma makanan yang di jual di sekitaran pintu masuk area terminal, wah...ini tidak baik untuk puasaku, maka aku mencari kesibukan lain, yaitu berjalan kaki memutari terminal leuwi panjang -____-"

Mendekati jam 10.00 aku belum juga mendapat pesan balasan dari @JicoBakti, akhirnya aku kirim lagi pesan untuk yang kedua kalinya, dan lagi-lagi cukup lama untuk mendapat balasannya, aku pun mulai gelisah, duduk tidak tenang, perut keroncongan, dan pandangan kabur (apa coba??). Namun alhamdulillah akhirnya ada juga pesan masuk dari @JicoBakti, berdasarkan pesan tersebut, aku langsung menuju alfamart yang berada di pintu masuk terminal Leuwi Panjang, begitu sampai disana, aku tidak melihat ada sosok yang sepertinya akan ikutan acara #BnB, memang ada satu orang yang sepertinya juga sedang menunggu teman yang lain, namun kami saling ragu untuk bertegur sapa, yasudah aku menunggu lagi saja. Cukup lama menunggu, akhirnya ada seseorang yang mengendarai motor dan langsung parkir, dimotornya aku lihat ada setumpuk kaos berwarna kuning dengan logo #BnB, aha, ini pasti @JicoBakti, dan....dia langsung bersalaman dengan orang yang tadi kumaksud, makin yakin aku kalau orang itu juga mau ikutan acara #BnB hehehhehe...

Lalu ponsel aku pun bergetar, ada pesan masuk dari @JicoBakti

@JicoBakti : "Saya sudah di depan alfamart yang jalan leuwi panjangnya"

Iseng, saya pun tidak lekas menghampiri, melainkan membalas pesan @JicoBakti

Aku : "Saya juga, kang Jico pake kemeja kotak2 ya? bawa motor mio? sy samping akang hehehehe"

@JicoBakti : "Iya bener, kamu yang pake kerudung merah?"

*kemudian hening*

??BUAHAHHAKKKKKK???$HAKAHAKAHAKA#%$#$%^!!!!!!%$&^*&*#^$HAHAHAHAHAHAH#%$^%$&%*&^(&*^#$#@!$#@%$#^%*()&(*)*()(*

Akhirnya aku hampiri saja @JicoBakti dan seorang lagi yang belakangan aku tau bernama Surya. Dan tidak berapa lama teman-teman yang lain pun berdatangan, kurang lebih tiga belas orang yang akan ikut meramaikan kegiatan #BnB ini.

Dengan menyewa sebuah angkot kami pun berangkat menuju lokasi, perjalanan ditempuh kurang lebih selama 2 jam, canda tawa dan keakraban mulai terjalin dalam perjalanan itu, dan ternyata aku satu-satunya peserta (selanjutnya kami menamakan diri sebagai Volunteer) yang berasal dari luar Bandung. Tujuan kami adalah sebuah rumah singgah yang bernama Pelangi Impian yang terletak di Desa Gambung, Pasir Jambu, Ciwidey. Begitu tiba, suasana khas daerah dataran tinggi langsung terasa, suhu dingin, aroma pepohonan dan oksigen yang sungguh segar, ahh....inilah yang kucari.

Mengutip dari blognya @BookPackerIndo, salah satu tujuan dari kegiatan "Bermain dan Berbagi" ini adalah untuk meningkatkan jiwa kerjasama dan bertualang anak-anak, dan hal tersebut dapat diajarkan melalui permainan-permainan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan rasa saling berbagi diantara para volunteer @BookpackerIndo kepada anak-anak di Pelangi Impian. Dan kegiatan "berbagi” merupakan kegiatan-kegiatan yang dilakukan untuk mengajak anak agar lebih berani bermimpi, memberikan motivasi bagi mereka untuk bisa dan berjuang menggapai mimpi-mimpi yang mereka miliki.

"Kalau hidup sekedar hidup, hewan pun hidup. Jika mimpi sekedar mimpi, buat apa hidup" Kalimat didinding itulah yang pertama kali aku baca begitu memasuki ruangan rumah singgah Pelangi Impian, dan kalimat itu semakin meyakinkanku akan makna kehadiran aku dan volunteer lainnya di Pelangi Impian siang itu, ya, salah satu tanggung jawab kita sebagai manusia adalah berbagi, tidak melulu tentang uang dan makanan, berbagi bisa kita lakukan melalui waktu dan rasa. Berbagi dengan meluangkan waktu untuk bermain bersama, meluangkan waktu untuk mendengarkan celotehan mereka, meluangkan waktu untuk menonton bakat mereka dalam bidang seni, dan mengapresiasikannya dalam rasa.

Di Pelangi Impian kami langsung bertemu dengan pengurus dan para penghuni Pelangi Impian lainnya, yaitu anak-anak usia sekolah dasar hingga sekolah menengah pertama yang dalam keseharian banyak menghabiskan waktu di rumah Pelangi Impian. Anak-anak itu adalah anak-anak warga sekitar, mereka bisa dengan bebas datang dan pergi ke Pelangi Impian kapanpun mereka mau, namun kebebasan tersebut tetap diiringi oleh rasa tanggung jawab dan sopan santun seperti yang di contohkan para pengurus Pelangi Impian. Buku, musik, gambar, dan teknologi adalah sebagian kecil aktivitas mereka sehari-hari, dan dari itu semua hal terpenting yang dapat dijadikan pelajaran adalah, mereka melakukannya dengan penuh keriangan.

Kami akan menginap satu malam disini, dan kegiatan yang kami rencanakan jelas akan sangat berhubungan dengan anak-anak, kami akan berbagi tawa dalam aneka permainan tradisional, berbagi rasa dalam aneka cerita, dan berbagi pengetahuan dalam aneka kerampilan. Ada satu hal yang membuatku terkesan pada anak-anak di pelangi Impian ini, mereka tidak canggung dalam mempresentasikan diri mereka, dan mereka jujur dalam kesederhanaan serta cita-cita mereka. Menurut kang Doni, komunitas (rumah singgah) itu dinamakan Pelangi Impian karena karekter penghuninya yang beragam namun menyatu dalam impian, kegiatan di Pelangi Impian sudah berjalan selama kurang lebih dua tahun, saat ini Pelangi Impian menempati sebuah bangunan kosong yang dulu merupakan kantor Koperasi sebuah pondok pesantren yang berada disana. Pelangi Impian di bentuk sebagai upaya dari kang Doni dan kawan-kawan untuk selalu menyibukkan anak-anak di lingkungan sekitar dengan kegiatan yang positif.


Sesi perkenalan, dengan percaya diri satu persatu anak-anak ini memperkenalkan diri mereka

Anak-anak Pelangi Impian mempersembahkan tari Jaipong untuk kami

Tidak terasa sore menjelang, kegiatan pun kami lakukan di ruang terbuka yang berada tidak jauh dari Pelangi Impian, aneka permainan tradisional yang kami mainkan berhasil membuat pakaian kami basah oleh keringat, tidak ada lelah saat itu, semuanya tertutupi oleh tawa dan riang, alhamdulillah....











Sekitar pukul 17.00 kegiatan pun kami hentikan, semua anak pulang ke rumah masing-masing untuk mandi dan persiapan berbuka puasa, ada nikmat tersendiri ketika berbuka puasa bersama mereka di Pelangi Impian, takjil dan makan malam yang sederhana menghapus dahaga serta lapar kami pada puasa hari itu. 







Matahari belum sempurna menyinari bumi, puncak gunung di samping Pelangi Impian pun belum terlihat karena kabut yang masih menyelimuti, saat yang lain masih terlelap aku keluar dan berjalan sendiri menikmati pagi diperkebunan teh, ijinkan aku berbagi pagi manisku padamu =)














Hari ini kami akan lebih banyak lagi berbagi, dimulai dengan @inididy yang mendongeng tentang Harimau si Raja Hutan, lalu @JicoBakti yang berbagi pengetahuannya tentang cara pembuatan video, dan terakhir adalah @sutristia yang memotivasi anak-anak untuk kreatif dalam menggambar. Selesai kegiatan di dalam ruangan, kami kembali ke ruang terbuka tempat kami bermain kemarin, kali ini kami akan meminta anak-anak Pelangi Impian untuk menuliskan cita-cita mereka dalam sebuah kain besar yang telah kami persiapkan. Selain menuliskan cita-cita, mereka juga bisa mengecapkan tangan mereka dengan media cat air pada kain itu.

















Sekitar pukul 12.00 siang angkot yang kami sewa sudah datang menjemput, sedih rasanya harus berpisah dengan anak-anak Pelangi Impian, namun memang diperlukan perpisahan untuk meninggalkan kenangan, kenangan itu lah yang kelak yang akan menjadi motivasi kita untuk datang kembali, kembali untuk berbagi, kembali untuk mendengar, dan yang yang terpenting adalah kembali untuk memotivasi agar mereka tetap memelihara mimpi dan berusaha keras untuk mewujudkannya.





Anak-anak adalah aset bangsa, masa depan mereka merupakan masa depan bangsa, oleh karena itu, menjaga harapan dan masa depan anak-anak sama dengan menjaga harapan dan masa depan bangsa. 


Terima kasih untuk akhir pekan yang menyenangkan dan sarat makna kakak-kakak volunteer. Bersama : @JicoBakti, @Supramerah, @ErisSuci, kakaknya @ErisSuci, @inididy, @annisalavinia, Surya, @devianisanasrah, @Sutristia, @ninisjunia, @salfaags, @budhi_setyawan, dan tentu saja @BookPackerIndo


         

Komentar