Sehari di Kota Berastagi

Danau Toba, salah satu ikon pariwisata Sumatera Utara

Provinsi Sumatera Utara sudah sangat terkenal kaya akan obyek wisata alam yang unik. Wisata alam di provinsi ini yang menjadi andalan contohnya adalah Danau Toba dengan Pulau Samosirnya, Pulau Nias dengan alam dan budayanya yang masih terjaga, hingga Gunung Sibayak dan pegunungan Leuser yang menantang untuk dijelajahi.


Berastagi adalah contoh kota di Sumatera Utara yang kaya akan obyek wisata yang masih alami. Dengan bentang alam yang berada di dataran tinggi setinggi 1.300 mdpl, menjadikan kota yang masuk dalam kabupaten Karo ini bersuhu dingin antara 17 hingga 19 derajat Celsius. Jarak kota ini dari kota Medan, yang merupakan ibukota provinsi, sekitar 78 km dan Anda disarankan untuk mencari penginapan atau hotel di sekitar kota Berastagi yang dapat dibooking melalui aplikasi Traveloka.

Jika Anda tidak memiliki banyak waktu, Anda dapat merencanakan penjelajahan kota Berastagi dalam satu hari, di mana Anda dapat mengunjungi semua ikon Berastagi. Berikut ini beberapa rekomendasi obyek wisata yang bisa anda kunjungi.

Bukit Gundaling
Selepas subuh, Anda disarankan segera berangkat dari penginapan untuk menuju Bukit Gundaling yang berada di pinggir kota Berastagi. Bukit Gundaling hanya berjarak 3 km dari pusat kota Berastagi sehingga anda bisa menyewa motor untuk ke bukit. Keunikan bukit ini adalah panorama sunrise dan sunset sehingga sangat disayangkan jika dilewatkan. 

Dengan semakin tingginya matahari setelah menikmati panorama sunrise, di depan mata Anda akan dimanjakan lagi dengan suguhan keindahan Gunung Sinabung dan Sibayak yang masih aktif yang mengapit kota Berastagi. Panorama gunung dari kejauhan ini mengingatkan kita akan panorama Gunung Fuji di Jepang. Berkuda mengelilingi kawasan ini merupakan kegiatan lain yang bisa Anda lakukan di antara pohon-pohon pinus. Penjual makanan banyak tersedia di bukit ini sehingga Anda bisa sarapan sejenak sebelum kembali ke pusat kota.

Panorama Bukit Gundaling | Photoright: wisataweb.com

Pasar Buah, Sayur dan Bunga
Setelah puas dengan keindahan pagi di Bukit Gundaling, perjalanan dilanjutkan dengan mengunjungi pasar yang sudah terkenal di kota Berastagi yaitu pasar tradisional yang menjual buah, sayur dan bunga yang masih segar. Bagi fotografer, keriuhan pasar dengan percakapan khas Batak Karo dan warna warni buah, sayur dan bunga merupakan obyek human interest dan landscape yang menarik.
 
Pasar ini berada tidak jauh dari Tugu Berastagi, hanya beberapa meter saja berjalan kaki. Untuk Anda yang tidak suka berbelanja di pasar tradisional, Anda mungkin akan berubah pikiran ketika melihat pasar ini. Keramahan pedagang, warna warni buah, sayur dan bunga yang segar serta deretan lapak-lapak yang tertata rapi dan bersih akan mendorong Anda untuk berbelanja di sini.
 
Pasar Berastagi juga menjadi tempat untuk berburu buah-buah langka yang sulit dicari. Misalnya buah Kesemek dan Pepino yang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi. Buah Kesemek yang khas dengan tepung di kulitnya dibeli dengan harga sekitar 20 ribu rupiah per kilonya. Sedangkan Pepino adalah nama lain Terung Belanda yang bisa dibeli dengan harga sekitar 15 ribu rupiah. Jangan lupa pula untuk membeli sirup Markisa dan Terung Belanda botolan yang disebut juga sirup Martabe yang merupakan oleh-oleh khas kota ini.

Pasar Buah, Bunga dan Sayur Berastagi | Photoright: nonikhairani.com

Taman Alam Lumbini
Taman Alam Lumbini berada di desa Tongkoh, kecamatan Dolatrayat tepat di kaki Gunung Sibayak yang sejuk. Dari pusat kota Berastagi, hanya berjarak 8 km. Lumbini sendiri merupakan nama sebuah tempat di kaki gunung Himalaya Nepal, tempat Siddharta Gautama dilahirkan. 

Sesuai dengan namanya, maka obyek wisata ini merupakan sebuah tempat peribadatan umat Buddha dengan pagoda Shwedagon sebagai daya tarik tempat ini. Pagoda dengan ketinggian 46,80 meter ini merupakan replika pagoda yang ada di negara Myanmar. Terdapat sebuah jembatan gantung sepanjang 20 meter yang bernama Titi Lumbini yang menjadi akses Anda menuju ke area pagoda dengan dihiasi puluhan lentera gantung sepanjang jembatan.

Di dalam pagoda terdapat empat buah patung Buddha yang diletakkan di tengah ruangan yang semuanya terbuat dari marmer. Di sekelilling pagoda terdapat taman yang indah dan bersih sehingga kawasan Taman Alam Lumbini terlihat hijau dan asri.

Pagoda Shwedagon di Lumbini | Photoright: panorama.com

Air Terjun Sikulikap
Menjelang sore, saat yang tepat untuk mengunjungi air terjun cantik di kawasan wisata Penatapan yang tersohor. Kawasan Penatapan sebagai pusat kuliner menjadi tempat favorit wisatawan dan masyarakat sekitar untuk bersantai menikmati jagung bakar sambil mensyukuri keindahan panorama bukit hijau Berastagi yang ditingkahi monyet Gibon yang bebas berkeliaran. Air terjun Sikulikap berada di bawah Penatapan di desa Doulu dengan pintu gerbangnya yang dekat dengan perbatasan antara kabupaten Karo dengan kabupaten Deli Serdang.

Dari pintu gerbang, perjalanan dapat ditempuh dengan berjalan kaki di anak-anak tangga yang disediakan sepanjang kurang lebih 1 km. Air terjun Sikulikap atau dalam bahasa daerah setempat disebut Sampuren Sikulikap mempunyai ketinggian 30 meter dengan sumber air yang berasal dari Taman Hutan Raya Bukit Barisan. Hutan hujan tropis yang mengelilingi obyek wisata ini masuk ke dalam kawasan Taman Wisata Lau Debuk Tanah Karo. Monyet-monyet Gibbon sering terlihat di sini bergelantungan dari satu pohon ke pohon lain.Di samping debit air yang cukup deras, keindahan air terjun dilengkapi dengan tebing-tebing yang dahulunya sering digunakan untuk arena panjat tebing. 

Air Terjun Sikulikap | Photoright: metroterkini.com



Komentar

  1. Berharap bisa mengunjungi Sumatera Utara *wish, nice post mas, salam kenal.

    BalasHapus
  2. Keindahannya luar biasa menakjubkan kak, bikin adem di mata :')

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan adem di hati juga ya :D

      Hapus
  3. Di berastagi juga ada rumah adat khas batak yg sudah berdiri ratusan tahun lho

    BalasHapus
    Balasan
    1. Wah, suatu hari perlu mampir kesana nih Om Cumi :)

      Hapus
  4. dulu pernah berencana kesin tapi karena sesuatu dan lain hal jadi gagal. ternyata bagus ihiiiwwwww. ntar mau direncanakan lagi ah

    BalasHapus
  5. ini artikel sponsor ya mas, heuheuheu
    salam kenal..

    BalasHapus
    Balasan
    1. HAhahaahhaha....salam kenal juga, mas Agung.

      Hapus
  6. kalo sehari pastinya kurang banget buat menikmati kerennya kota berastagi @.@

    BalasHapus
  7. Disana ada gojek ga ya :D hehe... buat temenin jalan jalan

    BalasHapus

Posting Komentar