Hotel Tour Morrissey Jakarta



Situasi dan kondisi keamanan yang kian membaik, diyakini menjadi salah satu faktor yang mempengaruhi meningkatnya tingkat hunian hotel di Jakarta. Orang-orang, baik dari dalam maupun luar negeri, percaya bahwa kedatangan mereka ke Jakarta untuk urusan bisnis atau pun berwisata, akan terasa aman dan nyaman.


Hotel, sebagai penyedia jasa akomodasi tentu menyadari peluang ini. Maka sudah selayaknya mereka meningkatkan pelayanan dan bersaing secara kreatif untuk menarik minat orang agar mau menginap dan menggunakan jasa mereka. Cara hotel dalam menyambut tamu, memanjakannya, dan menyediakan segala kebutuhan tamu, menjadi pembeda antara hotel satu dengan hotel lainnya. Selain tentu saja faktor lokasi dan harga kamar yang ditawarkan.

Tulisan berikut ini adalah semacam `laporan pandangan mata` dari apa yang kulihat dan rasakan saat aku dan beberapa rekan bloger lainnya mengikuti Hotel Tour di Hotel Morrissey. Tulisan ini bukan testimoni, karena aku tidak menginap dan merasakan seluruh fasilitas yang mereka berikan kepada tamu. Hotel tour yang kami ikuti adalah bagian dari rangkaian acara Workshop Short Travel Video with Smartphone oleh mas Teguh Sudarisman yang diadakan di Ruang Klasse II & III, Hotel Morrissey, Jakarta, pada Sabtu 3 Desember 2016 yang lalu.

Morrissey, begitu hotel ini diberi nama. Tidak ada penjelasan pasti kenapa hotel ini diberi nama Morrissey. Namun dapat dipastikan bahwa penamaan hotel ini tidak ada kaitannya dengan musisi asal Inggris yang juga bernama Morrissey.

Keramahan menjadi kesan pertama yang aku jumpai di Hotel Morrissey, keramahan sudah terasa sejak aku turun dari ojek daring dan menanyakan dimana letak pintu masuk utama hotel kepada petugas keamanan. Keramahan lainnya aku dapatkan di meja resepsionis, dari seorang wanita cantik petugas resepsionis yang mengarahkan aku untuk menuju lantai 2 tempat dilangsungkannya acara workshop.

Selama workshop berlangsung, ada pihak hotel yang selalu mendampingi. Terbukti pendampingan ini dapat memperlancar acara dan mempermudah peserta workshop jika membutuhkan sesuatu yang terkait dengan fasilitas workshop. Minimal menanyakan password wi-fi atau arah kamar kecil. =)

Menjelang makan siang, peserta workshop dibagi kedalam tiga kelompok dan masing-masing kelompok memiliki pemandu untuk melakukan hotel tour. Dalam hotel tour ini, kami diajak untuk melihat fasilitas kamar yang dimiliki oleh Hotel Morrissey. Namun sayang karena kondisi kamar hotel yang sedang penuh dan keterbatasan waktu, maka kami hanya bisa melihat 2 dari 5 tipe kamar yang dimiliki oleh Morrissey. Yaitu tipe kamar Studio dan tipe kamar the Loft. Sedangkan untuk tipe Studio Luxe, City Luxe dan the Apartment tidak bisa kami masuki saat itu. Mungkin nanti aku akan kembali untuk melihat ketiga tipe kamar tersebut sekaligus menginap untuk beberapa malam disana. *hope

Ukuran kamar-kamar yang ada di Hotel Morrissey sangat luas, langit-langit kamarnya pun tinggi, pencahayaan alami dari sinar matahari sangat baik, ini membuat kamar terasa lebih besar dan segar. Itu lah yang aku rasakan saat masuk ke dalam kamar 529. Kamar ini adalah kamar tipe Studio, dari sisi harga kamar ini adalah kamar dengan tarif paling murah diantara kamar tipe lainnya di Hotel Morrissey.

Tempat tidur kamar tipe Studio di Hotel Morrissey

Fasilitas yang ada didalam kamar tipe Studio Hotel Morrissey

Dapur beserta perkakas dan kompor elektrik di kamar tipe Studio Hotel Morrissey

Tipe kamar lainnya yang kami masuki adalah tipe the Loft. Kamar the Loft bernomor 321 itu sempat membuatku bingung, karena tidak ada tempat tidur disana, hanya ada meja makan dan sofa saja. Rupanya kamar ini berlantai 2, dan kamar tidurnya berada dilantai atas. Konsep yang sangat unik dan menarik. Jendela tinggi yang berada didalam kamar membuat cahaya matahari masuk secara merata ke lantai bawah dan atas.

Setiap kamar di Hotel Morrissey memiliki dapur yang bersih dan aman. Fasilitas ini jelas memanjakan kita yang kadang terbangun ditengah malam karena lapar, perkakas dapur yang lengkap dapat membantu kita untuk membuat mie instan sebagai penghilang lapar atau sebagai kudapan saat menonton pertandingan sepak bola. Untuk warna, dikedua kamar yang aku masuki memang tidak terlalu banyak paduan warna. Namun warna putih yang mendominasi kamar berpadu dengan lantai kayu dan langit-langit kamar yang dibiarkan terbuka, memberikan ketenangan bagi para tamu yang menginap.

Peserta hotel tour saat akan berpindah tempat ke lantai lainnya

Fasilitas di dalam kamar tipe The Loft di Hotel Morrissey

Kamar mandi di kamar tipe The Loft Hotel Morrissey

Kamar tipe The Loft Hotel Morrissey

Sudut santai di kamar tipe The Loft Hotel Morrissey

Peralatan mandi di Hotel Morrissey

Kamar tidur pada kamar tipe The Loft di Hotel Morrissey

Fasilitas hotel lainnya yang keren dan tidak semua hotel memilikinya adalah laundry room, mungkin kamu akan sedikit tertawa membaca ini, karena fasilitas laundry jelas dimiliki hampir setiap hotel bintang 4. Tapi di Morrissey berbeda, karena disini kita bisa mencuci sendiri. Hotel Morrissey menyediakan laundry room gratis yang dapat digunakan oleh tamu dan buka dari pukul 6 pagi sampai pukul 10 malam. Laundry room ini sudah dilengkapi dengan 4 unit mesin cuci, sabun detergen, akses wi-fi, majalah serta perangkat audio visual yang dapat tamu hotel nikmati sambil menunggu cuciannya selesai.

Laundry room di Hotel Morrissey

Mesin cuci yang ada di laundry room Hotel Morrissey

Tamu dapat membaca majalah atau menonton  saat menunggu cucian di laundry room

Kolam renang jelas menjadi fasilitas wajib yang harus dimiliki oleh hotel berbintang, Hotel Morrissey memiliki kolam renang terbuka di rooftop yang menurutku memang tidak terlalu besar. Namun saat berada disana aku justru membayangkan suasana malam, kolam renang yang tidak terlalu besar ini dapat berubah menjadi tempat yang romantis dengan lampu-lampu kota Jakarta sebagai latarnya. Di rooftop juga terdapat pusat kebugaran, peralatan yang tersedia sangat cukup untuk tamu menjaga kebugarannya selama menginap di Hotel Morrissey.

Area rooftop Hotel Morrissey dengan latar gedung-gedung pencakar langit kota Jakarta

Kolam renang Hotel Morrissey

Pusat kebugaran di Hotel Morrissey

Lorong menuju area kolam renang dan pusat kebugaran

Sudut di area kolam renang Hotel Morrissey

Akhirnya, hotel tour pun selesai. Tempat terakhir yang kami kunjungi adalah tempat yang bisa jadi favorit bagi semua orang, yaitu restoran. Terdapat 2 restoran di Hotel Morrissey, HOME dan Ocha & Bella. Keduanya memiliki kekhasan masing-masing. HOME sesuai dengan namanya, berusaha menghadirkan suasana rumah bagi setiap tamu yang sarapan atau santap siang disana. Sedangkan Ocha & Bella dengan desain interior yang fancy dan menu makanan Jepang serta Italia yang cukup lengkap, akan memanjakan kamu para instagram-ers karena banyaknya sudut foto di Ocha & Bella yang layak masuk akun instagrammu.

Akses jalan menuju restoran Ocha & Bella

Welcome HOME.=)

Restoran HOME. di Hotel Morrissey

Area bussiness center di Hotel Morrissey

Salah satu lounge yang ada di Hotel Morrissey

Senang rasanya bisa mengikuti hotel tour ini, senang pula bisa menuliskan dan berbagi apa yang aku lihat dan rasakan selama mengikuti hotel tour di Hotel Morrissey. Semoga ini sekaligus doa agar aku bisa benar-benar menginap dan merasakan secara utuh, bagaimana menikmati kesederhanaan konsep kasual dari sebuah hotel yang diusung oleh Hotel Morrissey. Merasakan menginap di hotel bintang 4 yang serasa berada dirumah sendiri, seperti yang dikatakan Bpk. Wisnu Reza, General Manager Morrissey berikut ini:






Tertarik untuk menginap? Kamu bisa pesan kamar melalui laman situs Morrissey di www.iammorrissey.co atau datang langsung ke:

Jalan KH. Wahid Hasyim No.70,
Menteng, Jakarta 10340, Indonesia

Tel: +62 21 2993 3333 | +62 21 2993 2222
Mobile: +62 811 1650 333
Fax: +62 21 2993 3332
Email: sales@iammorrissey.co

-Hotel Morrissey, Jakarta, 3 Desember 2016-


Komentar

  1. Whuaa ada aku di videonya hihihi norak.
    Berada di Morrissey membuat saya tak berhenti untuk memotret karena desain interiornya yang modern dan elegan, tiap sudut punya daya tarik tersendiri. Beside that, kamarnya memang nyaman dan bikin betah, padahal kita belum nginap lho, gimana kalau udah nginap. pasti ga mau pulang wekekeke.

    BalasHapus
  2. Hahahahaha....video nya jadi alami, mas :)

    Setuju banget, hotel Morrissey `inap-able` ya :D

    BalasHapus
  3. Duuuuhhhh ga bisa harga backpacker yaakk xixixixiii

    BalasHapus
  4. Boleh dicoba nih kak, saya rasa nyaman untuk dikunjungi.

    BalasHapus

Posting Komentar