Membuat Video Perjalanan dengan Menggunakan Kamera Smartphone


Mendokumentasikan kegiatan jalan-jalan dalam bentuk video kini semakin digandrungi. Seakan tidak cukup hanya dengan foto, kini mulai banyak traveler yang mengabadikan kegiatan traveling mereka dalam bentuk gambar bergerak dan mengunggahnya ke media sosial.


Dalam dunia jurnalistik, video kini sudah menjadi salah satu komponen utama dalam penulisan artikel di situs media daring. Bagi bloger dengan niche jalan-jalan, video cenderung lebih digemari sebagai pelengkap teks dan foto yang ada di blog. Bahkan sudah banyak travel blogger yang kini memiliki dan mengelola secara khusus saluran pribadinya di media sosial dengan format video, YouTube.

Pergeseran tren ini mudah dipahami, saat ini tampaknya khalayak memang lebih menyukai konten video dibandingkan teks dan foto. Sebagian besar beranggapan bahwa video `lebih hidup` dan lebih memiliki `rasa` daripada teks atau foto. Kemudahan mengunggah dan membagikan video di media sosial pun menjadikan hobi baru ini semakin mengasikkan. Sebut saja media sosial seperti Instagram, Facebook dan Twitter, mereka kini sudah sangat support terhadap konten video dengan mempermudah penggunanya mengunggah dan membagikan video. Bahkan sebuah data menyebutkan bahwa setiap menit ada 48 jam video yang diunggah ke YouTube dan lebih dari 4 Miliar video yang ditontong setiap harinya. 

Booming konten video ini juga diikuti oleh pesatnya perkembangan industri peralatan videography. Pembuatan video kini tidak lagi membutuhkan alat yang berat dan besar seperti Handycam atau Camcorder, tetapi sudah dapat dilakukan dengan peralatan-peralatan yang lebih kecil dan ringan seperti Actioncam atau kamera pada Smartphone. Saat ini kita bahkan sudah memasuki era Drone, yaitu era dimana pengambilan gambar baik foto maupun video dari udara sudah sangat mudah dilakukan.

Bagi kita yang suka jalan-jalan dan mengabadikan kegiatan tersebut dalam bentuk video, mengoptimalkan kemampuan kamera Smartphone tentu menjadi salah satu cara yang murah dan sederhana. Perkembangan teknologi kamera pada telepon genggam yang sangat pesat memungkinkan kita untuk membuat video jalan-jalan seperti layaknya seorang videographer profesional. Membuat konten video dengan menggunakan kamera Smartphone tentu lebih ringkas dan murah. Selain itu, gawai Smartphone yang lebih ringan dan kecil memungkinkan kita untuk selalu membawanya kemanapun. Sehingga kita tidak akan lagi kehilangan momen untuk direkam. Keuntungan lain dari membuat konten video menggunakan kamera Smartphone adalah bisa langsung diedit dengan menggunakan aplikasi khusus yang bisa diunduh secara gratis, dan hasilnya tentu saja dapat segera diungah ke media sosial.

Kemampuan membuat konten video dengan menggunakan kamera pada Smartphone inilah yang menjadi materi Workshop Short Travel Video with Smartphone yang berlangsung pada hari Sabtu, 3 Desember 2016 di Hotel Morrissey, Jakarta. Kegiatan workshop dengan tagar #MorrisseyWeekendChallenge #iammorrissey tersebut diikuti oleh sekitar 30 bloger dan menghadirkan Teguh Sudarisman sebagai pembicaranya.

Kepada peserta workshop, mas Teguh menjelaskan bahwa dalam membuat video dengan menggunakan kamera Smartphone perlu memperhatikan beberapa hal. Seperti tujuan membuat video, Menyiapkan peralatan dan perangkat lunak atau aplikasi untuk mengambil gambar maupun pengeditan, memahami cara kerja alat dan aplikasi tersebut, memahami konsep dan teknik pengambilan gambar, merencanakan liputan, melakukan pengambilan gambar dan melakukan proses pengeditan, lalu mengunggah dan mempromosikan. 

Selain itu, mas Teguh juga menyarankan agar video yang diunggah ke media sosial tidak berdurasi terlalu lama. "1 menit terlalu singkat, 5 menit terlalu lama, yang ideal itu 2 sampai 3 menit" Kata mas Teguh. Durasi ini berlaku khususnya jika kita menargetkan pemirsa kita adalah orang Indonesia atau orang-orang yang berasal dari Negara dengan iklim hangat. Karena menurutnya sebagian besar orang yang berasal dari Negara beriklim hangat, tidak betah berlama-lama menonton video alias cepat bosan. Sedangkan orang-orang yang berasal dari Negara dengan iklim dingin, 29% lebih lama dan sabar saat menonton satu video.

Suasana workshop di ruang Klasse II & III Hotel Morrissey, Jakarta.

Lebih lanjut mas Teguh bercerita bahwa kestabilan dalam pengambilan gambar sangatlah penting. Untuk itu dia menekankan agar kita selalu menggunakan tripod dalam pengambilan gambar video. Selain untuk kestabilan, penggunaan tripod dalam proses pengambilan gambar video juga memungkinkan kita untuk membuat Low Angle Shot dan High Angle Shot, swavideo, mengambil video rotasi 360`, Timelapse, Tilt atau menggerakan kamera keatas dan kebawah pada poros vertikal, serta Pan atau yang lebih dikenal dengan teknik zoom. Selain tripod, kita dapat juga menggunakan monopod dan remote dalam proses pengambilan gambar video dengan menggunakan kamera Smartphone. Mas Teguh juga menyarankan agar kita menggunakan microphone tambahan untuk menghasilkan kualitas suara yang baik.

Karena dokumentasi dalam kegiatan jalan-jalan erat kaitannya dengan momen, maka persiapan menjadi salah satu kunci suksesnya. Untuk itu perlu juga diperhatikan beberapa poin penting saat melakukan persiapan dokumentasi kegiatan jalan-jalan, seperti mencari ide cerita, mencari informasi tentang subjek yang akan direkam, membuat skenario, menentukan setting atau lokasi, mencari aktor dan aktris, mempersiapkan alat dan properti, hingga menghitung kemungkinan biaya yang akan dikeluarkan. Selain itu, perlu juga untuk mengecek kesiapan aplikasi video yang akan digunakan, mengosongkan memori dan memperbesar storage pada smartphone, mengisi penuh daya baterei, dan mengaktifkan airplane mode pada Smartphone agar tidak ada telepon atau pesan yang masuk saat kita merekam gambar.

Selama proses pengambilan gambar kita harus menerapkan 5-shot method, yaitu Close-up wajah, close-up aktivitas, Wide shot, side shot, dan over the shoulder shot. Lalu cek hasil rekaman dan ulangi jika ada gambar yang kurang baik atau kita kurang puas. Rekam video dengan posisi landscape (mendatar) dan urutkan gambar sesuai urutan waktu pengambilan atau sesuai dengan skenario yang dibuat.

Proses pengeditan dengan menggunakan aplikasi yang sudah diunduh sangatlah mudah, kita tinggal memasukkan file dan mengedit sesuai selera dengan tools-tools yang sudah dimiliki oleh aplikasi tersebut. Pada workshop ini mas Teguh juga memberikan beberapa saran terkait situs-situs penyedia musik latar untuk melengkapi video yang kita buat.

Tahap terakhir dari pembuatan dokumentasi video dengan menggunakan kamera Smartphone ini adalah unggah ke media sosial dan promosikan. Untuk konten video, jelas Youtube masih menjadi pilihan utama. Sebelum diunggah, harap diperiksa kembali apakah kualitas gambar dan suara sudah bagus. Lalu unggah video dengan memperhatikan ukuran resolusinya. Menurut mas Teguh, video beresolusi Full-HD atau ukuran 1920x1080 piksel paling baik ditonton di High Definition TV. Sedangan kan Untuk layar komputer dan telepon genggam, cukup dengan video beresolusi HD atau yang berukuran 1280x720 piksel

Setelah diunggah, gunakan tautan video di Youtube untuk dimasukkan ke dalam artikel blog atau media sosial lainnya. Buatlah video dengan durasi pendek namun dengan tema yang terkini, menarik dan unik, sehingga orang akan tertarik untuk menonton lalu membagikannya di media sosial mereka.

Dalam kegiatan workshop ini, peserta juga diajak untuk melakukan Hotel Tour sekaligus mempraktekkan teori pengambilan gambar video dengan menggunakan Smartphone yang sudah diajarkan oleh mas Teguh Sudarisman. Hotel tour dipandu oleh pihak manajemen Hotel Morrissey dan cerita tentang kegiatan tersebut dapat dibaca disini

Foto bersama mas Teguh Sudarisman beserta peserta workshop

-Jakarta, 3 Desember 2016-

Komentar

  1. Thanks sudah menulis tentang Workshop Short Travel Video dan juga tour di Morrissey Hotel Residences. Keep blogging Mas!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terima kasih juga atas ilmunya, mas Teguh. Keep sharing and inspiring Mas :)

      Hapus
  2. Memang seru banget workshopnya. Kapan-kapan pengen ikutan lagi, ah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju kak, mudah-mudahan mas Teguh ngadain lagi hehehehehe

      Hapus
  3. Cocok banget buat yang suka jalan-jalan ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul, jadi gak perlu terlalu repot bawa-bawa kamera besar :)

      Hapus
  4. jadi udah ga jaman pakai kamera video digital ya :D keren, kreatif banget

    BalasHapus
  5. aku telat lihat beritanya di tmpt Om Teguh. eh, disni jg udh di bahas ya.. pengen ikutan workshiop Om Teguh

    BalasHapus

Posting Komentar